
Anak-anak pengungsi Gaza menyambut bulan suci Ramadhan. (Foto: Bshar taleb/AFP)
JAKARTA — Mufti Agung Yerusalem dan wilayah Palestina, Sheikh Mohammad Hussein, mengumumkan bahwa Rabu, (17/2/2026) menandai hari pertama Ramadhan di Palestina setelah bulansabit terlihat di Masjid Al-Aqsa.
Di seluruh bumi Muslim, pengumuman ini biasanya menandai pasar nan ramai, lampion di jalanan, dan family nan bersiap untuk makan bersama. Namun di Gaza, bulan suci ini dimulai di tengah kehancuran nan disebabkan oleh genosida nan sedang berlangsung.
Meski begitu, tetap ada lampion-lampion Ramadhan dan lampu hias muncul di jalanan Gaza nan dipenuhi gedung runtuh dan tumpukan puing. Bulan Ramadhan kali ini merupakan nan pertama di Gaza sejak gencatan senjata pada Oktober 2025.
Di Masjid Omari, puluhan jamaah melaksanakan salat subuh pertama di bulan Ramadhan dengan kaki bugil di atas sajadah, tetapi mengenakan jaket tebal untuk menahan dinginnya musim dingin.
"Meskipun ada pendudukan, penghancuran masjid dan sekolah, serta pembongkaran rumah-rumah kami... kami datang meskipun dalam kondisi nan susah ini," kata Abu Adam, seorang penduduk Kota Gaza nan datang untuk salat, kepada AFP.
"Bahkan tadi malam, ketika wilayah itu menjadi sasaran, kami tetap berkeinginan untuk pergi ke masjid untuk beragama kepada Tuhan," katanya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·