Warga Banjarbaru Kalsel Berbondong-bondong Ngungsi buntut Karhutla

Sedang Trending 15 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah penduduk Kompleks Aeropolis 1, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengungsi sementara buntut kabut asap yang disebabkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Seorang penduduk setempat, Saleh, mengatakan kondisi kabut asap pada Sabtu (22/8) lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Lebih parah daripada kemarin," kata Saleh saat ditemui di sekitar letak kebakaran di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Sabtu, seperti dikutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saleh berujar keluarganya telah lebih dulu mengungsi ke kampung untuk menghindari akibat asap dan ancaman kebakaran. Sementara, dia memilih tinggal seorang diri untuk memantau kondisi sekaligus mengamankan rumah dari lalapan api.

"Beberapa penduduk lainnya tetap memperkuat di rumah masing-masing untuk berjaga-jaga, sedangkan golongan rentan seperti bayi, ibu hamil, dan lanjut usia telah mengungsi hari ini lantaran kondisi asap dan kebakaran semakin mengkhawatirkan," ujarnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Syamsudin Noor Aiptu Helmi Apriana mengatakan titik api di letak tersebut sebenarnya sudah muncul selama beberapa hari. Namun, kondisi paling parah terjadi pada Sabtu lantaran angin bertiup kencang dan cuaca panas.

Helmi menuturkan area perumahan tersebut kebanyakan mempunyai lahan gambut sehingga api susah dijangkau lantaran berada cukup jauh di dalam tanah.

Kondisi ini mengakibatkan bara api memperkuat di bawah permukaan lahan dan kembali muncul ketika cuaca panas serta angin kencang.

Helmi menambahkan kobaran api sempat mendekati gedung permukiman warga, tepatnya di sekitar tembok rumah penduduk di blok belakang. Namun kondisi tersebut sukses ditangani tim pemadam.

"Sudah di ujung itu, sudah di tembok rumah. Tapi tadi sudah ditangani dengan baik. Kanan kiri sudah tembok rumah semua ini, blok belakang ini," ujar Helmi.

Penanganan karhutla di letak ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, serta sejumlah barisan pemadam kebakaran dan relawan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Bencana (MPB), juga perusahaan seperti Adaro, Arutmin, dan Hutan Rindang Banua.

Helmi berujar pemadaman di letak ini dilakukan melalui jalur darat dengan menyesuaikan kondisi cuaca.

Sementara itu, abdi negara terus berkoordinasi dengan penduduk lantaran titik api semakin mendekati area perumahan. Tim pemadam kebakaran juga telah memberikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membantu penduduk menghadapi paparan asap akibat karhutla.

"Hingga saat ini belum ada permintaan langsung dari penduduk untuk dievakuasi, penduduk nan meninggalkan rumah memilih mengungsi secara mandiri. Keputusan untuk mengungsi dilakukan masing-masing family sesuai kondisi di lapangan," ucap Helmi.

(blq/pta)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional