Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Minggu, 6 September 2026.(Dok. Magma Indonesia )
WARGA delapan desa di kaki Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diminta mewaspadai potensi banjir lahar. Delapan desa tersebut ialah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Emanuel Rofinus Bere, mengatakan masyarakat di wilayah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar pada sungai-sungai nan berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki.
“Masyarakat di sekitar Gunun Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai nan berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," tulis Emanuel dalam rekomendasi pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Minggu (6/9/).
Sedangkan pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 Wita, gunung teramati jelas hingga kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati setinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
Hasil pengamatan juga mencatat endapan lava ke arah timur laut sejauh sekitar 4.340 meter dari pusat erupsi dan ke arah barat-barat laut sejauh sekitar 3.800 meter.
Kemudian pada periode pengamatan pukul 06.00-12.00 Wita, kondisi visual gunung teramati jelas hingga kabut. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang teramati setinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.Endapan lava juga tetap sama seperti pengamatan sebelumnya.
Menurutnya, masyarakat dan visitor alias visitor diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal nan tidak diinginkan. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·