Wapres Pantau Penanganan Karhutla dan Warga Terdampak Kabut Asap di Kalsel

Sedang Trending 17 jam yang lalu
Wapres Pantau Penanganan Karhutla dan Warga Terdampak Kabut Asap di Kalsel Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungannya ke Kalsel.(Dok. Diskominfo Kalsel)

WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau upaya penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) serta kesiapan jasa kesehatan dalam menghadapi akibat kabut asap di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kamis (10/9), usai melakukan kunjungan di Provinsi Kalimantan Tengah, Wapres Gibran mengunjungi sejumlah letak di Kalsel. Kunjungan Wapres menitikberatkan pada upaya penanganan Karhutla dengan mengunjungi Posko Karhutla Guntung Damar, area sekitar Bandara Syamsudin Noor.

Wapres juga mengunjungi Sekolah Rakyat Rintisan Jalan Trikora Banjarbaru dan memandang langsung kondisi siswa terdampak kabut asap dan mengalami ISPA. Kunjungan juga dilakukan di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru. Peninjauan ini untuk memastikan akomodasi dan jasa kesehatan siap merespons kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi karhutla nan berpotensi memengaruhi kesehatan dan keselamatan warga.

BPBD Kalsel mencatat kondisi karhutla di Kalsel tetap menjadi perhatian, seiring tingginya gelombang kejadian dan luas wilayah terdampak. Dalam periode 1 Januari hingga 10 September 2026, tercatat 2.963 kali kejadian karhutla dengan perkiraan luasan lahan terbakar mencapai 20.206,06 hektare. Banjarbaru termasuk dalam tiga kabupaten/kota dengan jumlah kejadian tertinggi, ialah 588 kali, dan perkiraan lahan terdampak mencapai 2.539,97 hektare.

Wapres memberikan perhatian unik pada kesiapan akomodasi dan jasa kesehatan agar bisa merespons akibat karhutla secara sigap dan tepat, terutama dalam memberikan penanganan bagi golongan rentan.

“Dalam penanganan karhutla, menjaga keselamatan dan kesehatan warga, terutama golongan rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas adalah penting,” tegasnya.

Wapres juga meminta kesiapan rumah sakit, termasuk kesiapan obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, serta sistem rujukan. 

“Rumah sakit kudu siap, terutama untuk anak-anak dan golongan rentan. Obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan kudu dipastikan tersedia ketika dibutuhkan,” paparnya.

Selain kesiapan akomodasi kesehatan, Wapres juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi akibat kesehatan akibat paparan asap karhutla. Dalam kunjungan ke RSD Idaman Banjarbaru, Wapres menyempatkan diri berbincang dengan pasien anak penderita ISPA dan orang tua pasien. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia