Wapres Gibran ke Yahukimo Usai Insiden Penembakan, Cek MBG Hingga RS

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Yahukimo, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Papua dengan mengunjungi Kabupaten Yahukimo pada Selasa (21/4/2026). Yahukimo, nan dikelilingi pegunungan hijau Papua, dikenal sebagai wilayah rawan kontak senjata, dengan keberadaan golongan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kunjungan ini penuh risiko, apalagi baru saja terjadi kejadian penembakan hanya selang beberapa hari sebelum kehadiran Wapres Gibran. Jurnalis CNBC Indonesia ikut dalam rombongan Wapres Gibran nan terbang dari Timika menuju Yahukimo. Kesan menegangkan sudah terasa sejak seluruh penumpang pesawat diminta mengenakan jaket anti-peluru.

Mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai pada pukul 12.30 WIT, Wapres dan rombongan dikawal ketat pasukan pengamanan militer. Regu penembak juga terlihat ditempatkan di sejumlah titik, mengawasi dari jauh jika ada ancaman keamanan.

Bukan tanpa alasan, pada Januari lampau Wapres terpaksa membatalkan agenda kunjungannya ke Yahukimo saat detik-detik terakhir sebelum pesawat lepas landas lantaran argumen keamanan. Pada waktu itu, OPM menembaki pesawat militer dan sipil, hanya beberapa jam sebelum kehadiran Wapres.

Karena itu, kehadiran Wapres Gibran di Yahukimo kali ini dinilai tetap sangat berisiko. Meski begitu, agenda kunjungannya tetap normal: mengunjungi sekolah, mengecek Makan Bergizi Gratis (MBG), dan meninjau akomodasi di rumah sakit daerah.

Di Sekolah Kristen Yahukimo, kehadiran Wapres Gibran membikin pihak sekolah kaget. Sebab, tak ada persiapan selayaknya menyambut pejabat.

"Saya tidak tahu Pak Wapres bakal ke sini, lantaran dikabari hanya Pak Felix (red: Felix Wanggai, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua)," ujar Holiek Kobak, Ketua Yayasan Fasilitator Pelayanan Pengharapan.

"Kalau enggak mendadak, enggak ke sini," sahut Wapres Gibran.

"Kita kudu ke sini biar program-program pemerintah masuk," sambungnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, nan menyertai Wapres Gibran, membenarkan ada kejadian baku tembak di Yahukimo baru-baru ini. Dia juga menyebut Satgas Cartenz sukses menangkap pelaku.

"Kontak tembak itu tidak terlalu besar. Semuanya dalam rangka mengamankan penduduk negara Indonesia di sini," kata dia.

Meski ada kontak senjata, Djamari memastikan situasi keamanan di Yahukimo tetap terkendali. "Upaya (memastikan keamanan) itu sudah dilakukan, sedang dilakukan, dan bakal terus dilakukan," tegasnya.

Wapres Gibran Tak Kapok ke Yahukimo
Menutup kunjungannya, Wapres Gibran menyambangi markas tentara di Komando Rayon Militer (Koramil) Dekai. Dia menyampaikan apresiasi kepada para tentara atas kerja keras mereka melindungi rakyat di wilayah nan rawan gangguan keamanan.

"Kalau Yahukimo dan sekitarnya dipastikan aman, otomatis kita bisa bawa program-program ke sini. Terima kasih atas kerja kerasnya."

Wapres Gibran juga berbagi soal pengalamannya kunjungan kerja selama tiga hari di Papua, mulai dari Nabire, Timika, Yahukimo, dan bakal dilanjutkan ke Sorong. Dia tak menampik bahwa aspek keamanan membikin kunjungan ke Yahukimo menghadirkan tantangan tersendiri.

"Memang nan paling menantang Yahukimo, tapi saya enggak merasa kapok," ujarnya, sembari berjanji bakal kembali ke Yahukimo untuk memastikan pemerataan pembangunan di Papua.

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News