Wapres AS Sebut Perundingan dengan Iran Gagal Capai Kesepakatan!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran kandas mencapai kesepakatan, dan menyatakan bahwa dia bakal pulang setelah mengusulkan "penawaran terakhir dan terbaik".

Vance memberi sinyal bahwa dia tetap memberikan waktu kepada Iran untuk mempertimbangkan penawaran dari Amerika Serikat, nan pada hari Selasa menyatakan bakal menghentikan sementara serangan berbareng Israel selama dua minggu sembari menunggu hasil negosiasi.

"Kami pulang dari sini dengan sebuah proposal nan sangat sederhana, sebuah kesepakatan nan merupakan penawaran terakhir dan terbaik kami. Kita bakal lihat apakah pihak Iran menerimanya," kata Vance kepada wartawan setelah 21 jam pembicaraan di ibu kota Pakistan, Islamabad, mengutip AFP, Minggu (12/4/2026).

Vance mengatakan bahwa inti perselisihan terletak pada senjata nuklir. Iran bersikeras bahwa mereka tidak mengejar peledak atom, sementara Amerika Serikat dan Israel telah membom lokasi-lokasi sensitif Iran baik dalam perang nan diluncurkan pada 28 Februari maupun tahun lalu.

"Faktanya sederhana: kami perlu memandang komitmen tegas bahwa mereka tidak bakal mengejar senjata nuklir dan tidak bakal mengejar alat-alat nan memungkinkan mereka untuk dengan sigap mengembangkan senjata nuklir," kata Vance.

"Pertanyaannya sederhana: apakah kami memandang komitmen mendasar dari pihak Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir - bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang?

"Kami belum memandang itu. Kami berambisi kami bakal melihatnya."

Dalam pernyataan singkatnya di sebuah hotel mewah di Islamabad, tempat kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan, Vance tidak menyinggung adanya ketidaksepakatan mengenai rumor krusial lainnya, ialah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur sempit nan dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Dia menegaskan bahwa Presiden Donald Trump - nan pada Sabtu lampau di Washington mengatakan bahwa dia tidak peduli apakah kedua belah pihak mencapai kesepakatan - telah bersikap akomodatif dalam pembicaraan tersebut.

"Saya pikir kami cukup fleksibel. Kami cukup akomodatif. Presiden mengatakan kepada kami, 'Kalian kudu datang ke sini dengan itikad baik dan berupaya sebaik mungkin untuk mencapai kesepakatan.'

"Kami melakukannya, dan sayangnya, kami tidak sukses mencapai kemajuan."

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News