tempat kejadian perkara.(MI/Yoseph Pencawan)
SEORANG wanita berinisial W (35), namalain Lauren, ditemukan meninggal bumi di bilik mandi rumah mantan suaminya di Kompleks Perumahan Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga meninggal akibat luka tembak dari senjata api dinas milik mantan suaminya, Brigadir I, personil Polsek Medan Sunggal.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan korban datang ke rumah mantan suaminya untuk membicarakan kemungkinan rujuk. Saat berada di rumah tersebut, korban diduga mengambil senjata api dinas milik Brigadir I nan disimpan di dalam tas di atas meja.
"Tanpa diketahui pemilik senjata, korban kemudian masuk ke bilik mandi," ujar Ferry, Senin (3/8).
Beberapa saat kemudian terdengar satu kali letusan. Brigadir I nan berada di ruang tamu segera memeriksa ke bilik mandi dan menemukan korban telah meninggal dunia.
Ferry mengatakan, berasas hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan adanya perselisihan alias percekcokan antara korban dan Brigadir I sebelum kejadian tersebut. Namun, interogator tetap mendalami penyebab pasti kematian korban.
"Informasi ini tetap berkarakter sementara dan kami tetap menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, Brigadir I menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut mengenai pengawasan dan penyimpanan senjata api dinas. Sementara itu, Tim Inafis Polrestabes Medan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi.
Terpisah, Kepala Lingkungan VIII Kelurahan Cinta Damai, Sulaiman, membenarkan adanya olah TKP di rumah tersebut. Ia mengaku menerima info dari Polsek Medan Helvetia sekitar pukul 17.30 WIB.
"Kami ditelepon pihak Polsek Medan Helvetia sekitar pukul 17.30 WIB dan diberi tahu ada dugaan bunuh diri. Saat itu hujan deras dan terjadi banjir sehingga kami baru tiba di letak sekitar satu jam kemudian. Ketika sampai, polisi dan tim forensik sudah berada di lokasi, sementara jenazah sedang dimasukkan ke ambulans," tuturnya.
Menurut Sulaiman, rumah dua lantai itu merupakan milik Harefa, orang tua Brigadir I nan juga mantan mertua korban. Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang berada di Jakarta.
Berdasarkan info nan dihimpun, Brigadir I dan anak korban berada di rumah saat peristiwa terjadi. Hingga sekarang polisi tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk menelusuri apakah terdapat pelanggaran terhadap prosedur penyimpanan senjata api dinas. (YP/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·