Wanita Ditabok di JakLingko, Pelakunya Ternyata ODGJ Baru Keluar RS Jiwa

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Suasana aktivitas pengemudi Jaklingko di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (18/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Seorang wanita ditabok hingga ditendang oleh sesama penumpang di pikulan JakLingko rute Lebak Bulus-Cipulir. Kejadian ini pun kemudian viral di media sosial.

Kasus penganiayaan itu terjadi di dalam JakLingko 49 nomor RSG 1779 di area Jalan Ulujami Raya alias kolong Tol Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (20/5). Korban diketahui berjulukan Berliana, nan langsung melapor ke Polsek Pesanggrahan usai kejadian.

Polisi mengungkap, pelaku berinisial NS (30) rupanya merupakan jejak pasien nan belum genap setahun keluar dari rumah sakit jiwa (RSJ).

“Ini kejadian terjadi kurang lebih dua hari nan lampau di dalam pikulan JakLingko 49 dengan nomor RSG 1779 rute Lebak Bulus-Cipulir. Di mana letak TKP kejadian berada di Jalan Ulujami Raya alias di Kolong Tol Ulujami. Di mana Mbak Berliana mendapatkan tindakan bentuk kekerasan, ada pemukulan dan juga penendangan nan dilakukan oleh terduga pelaku berinisial RS,” kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan, Sabtu (23/5).

Polsek Pesanggrahan mengamankan pelaku pemukulan di Jaklingko 49. Foto: Polsek Pesanggrahan

Seala mengatakan, korban langsung datang ke Polsek Pesanggrahan setelah kejadian terjadi untuk membikin laporan polisi dan menjalani pemeriksaan, termasuk visum. Pada malam harinya, video penganiayaan tersebut juga viral di media sosial.

“Pada saat terjadi kejadian tersebut, pihak Mbak Berliana sendiri langsung mendatangi Polsek Pesanggrahan, dilakukan pemeriksaan oleh unit Reskrim, didampingi pendampingan visum. Setelah itu memang malam-malamnya viral video, itu memang sudah melangkah beriringan,” ujarnya.

Polisi kemudian bergerak sigap mengusut kasus tersebut dan mengamankan terduga pelaku. Hasil penelusuran menunjukkan NS diketahui mempunyai riwayat gangguan kejiwaan.

“Untuk terduga pelaku sendiri sudah kami amankan. Terduga pelaku sendiri berinisial NS, usia 30 tahun. Untuk saat ini memang belum genap, kurang lebih 1 tahun, nan berkepentingan memang baru saja keluar dari RSJ alias Rumah Sakit Jiwa lantaran ada mengalami gangguan mental alias gangguan kejiwaan,” tutur Seala.

Menurut dia, pihak kepolisian sekarang menggandeng Dinas Sosial untuk melakukan pendampingan terhadap pelaku, termasuk pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit jiwa guna menjalani uji klinis.

“Dinsos juga kelak bakal bekerja sama dengan pihak dari Rumah Sakit Jiwa ya Pak ya, untuk melakukan uji klinis terhadap pelaku. Nanti hasilnya seperti apa, nan pasti kasus ini bakal kita tangani sesuai dengan patokan alias prosedur nan berlaku,” katanya.

Korban Ditampar hingga Ditendang di Dalam Angkot

polsek pesanggrahan mengamankan pelaku pemukulan di Jaklingko 49. Foto: Polsek Pesanggrahan

Korban, Berliana, menceritakan pelaku awalnya naik dari area Kolong Tol Bintaro dan tampak seperti penumpang biasa. Namun situasi berubah ketika pelaku tiba-tiba membentak penumpang lain mengenai kartu pembayaran JakLingko.

“Awalnya itu dia naik dari Kolong Tol Bintaro, terus dia masuk duduk di barisan belakang pengemudi tapi paling pojok,” ujar Berliana.

Menurut Berliana, pelaku sempat marah lantaran mesin tap kartu bermasalah. Penumpang lain lampau mencoba menjelaskan bahwa perangkat pembayaran sedang error.

“Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu, kayak ‘Mau di-tap-in nggak kartunya?!’. ‘Kalau ditanya apa jawab apa!’, gitu kan,” kata dia.

Tak lama setelah itu, saat korban hendak membantu penumpang lain turun, pelaku tiba-tiba menamparnya.

“Tiba-tiba ditampar aja sebelah kiri gitu. Terus saya kaget, ‘Kenapa ditampar?’, gitu. Terus dia kembali lagi ngomong kayak ‘Lu ditanya apa jawab apa!’,” ucapnya.

Korban sempat merekam kejadian tersebut. Namun tindakan kekerasan bersambung hingga beberapa kali tamparan dan tendangan.

“Ya kurang lebih ditabok 4 sampai 5 kali, tendangnya satu sampai dua kali sih, saya juga lupa lantaran kejadiannya terlalu sigap juga sih,” ujarnya.

Usai kejadian, Berliana sempat bingung memilih tetap berangkat kerja alias melapor ke polisi. Ia akhirnya memutuskan turun di Cipulir dan membikin laporan dalam kondisi syok.

“Saya tetap mikir ini laporan alias kerja. Akhirnya saya turun di Cipulir, ya udahlah laporan aja gitu dalam kondisi tidak stabil, nggak lezat badan juga kan,” katanya.

Ayah Pelaku Minta Maaf

instagram embed

Dalam konvensi pers di Polsek Pesanggrahan, ayah pelaku, Suhari, menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan publik atas tindakan anaknya.

“Saya secara pribadi, saya minta maaf sedalam-dalamnya andaikan anak saya nan telah menyusahkan orang lain,” ujar Suhari.

“Saya minta maaf andaikan anak saya itu memang kondisi dan situasinya fisiknya memang agak kurang,” sambungnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Kecamatan Pesanggrahan bakal mendampingi proses pemeriksaan pelaku ke rumah sakit jiwa sesuai rekam medis nan dimiliki. Polisi menegaskan proses norma terhadap pelaku tetap melangkah sembari menunggu hasil uji klinis kejiwaan.

“Untuk kasus hukumnya sesuai prosedur nan bertindak sembari tadi disampaikan oleh Dinsos, Dinsos melakukan pendampingan ke rumah sakit jiwa nan sesuai dengan rujukannya, dari rekam medisnya, dan kelak menunggu uji klinis,” kata Seala

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan