Wanita di Kab Bandung Diduga Dianiaya-Dikurung Pria Mengaku Suami

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ilustrasi foto wanita menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Foto: Tinnakorn jorruang/Shutterstock

Seorang wanita berinisial Y diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh laki-laki nan mengaku sebagai suaminya di sebuah rumah kos di wilayah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kasus tersebut terungkap setelah kondisi korban memburuk dan kudu dilarikan ke rumah sakit.

Penjaga kos, Resa (40), mengatakan pasangan tersebut mulai menempati bilik kos pada 9 Maret 2026. Saat pertama kali datang, laki-laki nan dikenal dengan nama Topik itu mengaku sebagai suami korban.

Menurut Resa, sejak awal kondisi korban sudah memprihatinkan. Korban disebut datang dalam keadaan tidak bisa melangkah sendiri dan kudu dipapah masuk ke bilik oleh laki-laki tersebut.

"Masuk ke bilik juga sudah dipapah. Saya lihat sama istri di sini, sudah tidak bisa jalan," kata Resa saat ditemui, Senin (15/6).

Kecurigaan penunggu dan pengelola kos semakin muncul lantaran selama sekitar tiga bulan tinggal di letak tersebut, korban nyaris tidak pernah terlihat keluar kamar.

"Selama di sini tiga bulan enggak pernah keluar," ujarnya.

Resa juga mengaku beberapa kali memandang bilik korban dikunci dari luar ketika laki-laki tersebut pergi bekerja. Kondisi itu membikin penunggu lain susah berinteraksi dengan korban.

"Kalau dia keluar suka dikunci dari luar. Kita jika mau ngasih makanan juga kudu ditaruh di depan," katanya.

Selain itu, laki-laki tersebut disebut menunjukkan sikap arogan selama tinggal di rumah kos. Bahkan, menurut Resa, laki-laki itu kerap membawa senjata tajam dan membikin penunggu lain merasa takut.

Kamar kos nan ditempati seorang wanita nan diduga menjadi korban penyekapan dan aniaya oleh pacarnya di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (15/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

"Kita sempat menanyakan surat nikah lantaran memang patokan kos tidak memperbolehkan pasangan tinggal berbareng tanpa bukti pernikahan. Tapi lama-lama dia semakin arogan dan sering membawa golok," ujarnya.

Resa mengatakan tetangga bilik kos korban sempat memilih pindah lantaran merasa tidak nyaman. Meski tidak pernah mendengar teriakan dari dalam kamar, sejumlah penunggu mengaku kerap mendengar bunyi tumbukan keras dari dalam ruangan tersebut.

Kasus ini mulai terungkap ketika korban akhirnya dibawa ke rumah sakit dengan luka serius. Resa mengaku ikut membantu membawa korban ke rumah sakit lantaran merasa prihatin dengan kondisi wanita tersebut.

"Saya sedih memandang kondisinya. Luka-lukanya sudah parah," kata Resa.

Korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit Ujung Berung sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit, petugas medis disebut memerlukan keterangan family untuk mengambil tindakan medis lantaran kondisi korban nan dinilai darurat. Namun, identitas dan hubungan laki-laki nan membawa korban dengan wanita tersebut tetap menjadi pertanyaan.

Belakangan, terungkap bahwa laki-laki nan selama ini mengaku sebagai suami korban diduga bukan merupakan suami sah wanita tersebut.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan