Wanda Ponika di Mata Anggun: Bukan Sekadar Desainer, tapi Seorang Seniman

Sedang Trending 42 menit yang lalu
Wanda Ponika dan Anggun. Foto: Istimewa

Perjalanan Wanda Ponika di bumi perhiasan dimulai ketika usianya baru 19 tahun. Saat itu, dia memenangkan kejuaraan kreasi perhiasan tingkat Asia nan kemudian membuka jalan bagi kariernya sebagai desainer.

Lebih dari tiga dasawarsa berlalu, bumi nan digelutinya tetap sama. Wanda tetap berada di kembali proses imajinatif beragam karya perhiasan, hingga akhirnya membangun rumah perhiasan dengan namanya sendiri, Wanda House of Jewels.

Babak baru perjalanan tersebut ditandai dengan dibukanya butik Wanda House of Jewels di Plaza Indonesia, Jakarta. Mengusung konsep quiet luxury, butik tersebut dirancang dengan nuansa elegan dan modern tanpa kesan berlebihan.

Anggun dan Wanda Ponika. Foto: Istimewa

Meski bermain di segmen fine jewelry, Wanda mau suasananya tetap terasa hangat. Pengunjung dapat memandang dan mencoba beragam koleksi dengan lebih santai.

Namun, perjalanan Wanda tentu tidak dimulai dari sebuah butik. Jauh sebelum membangun brand sendiri, dia lebih dulu dikenal sebagai desainer nan memenangkan kejuaraan di usia muda.

Seiring waktu, karya Wanda House of Jewels mulai dikenakan sejumlah figur publik, seperti Anggun, Rossa, Marcello Tahitoe, hingga pasangan Rizky Febian dan Mahalini.

Wanda pun tetap terlibat langsung dalam proses kreatif. Sejumlah koleksi nan dihadirkan hingga sekarang lahir dari pendapat dan desainnya sendiri.

Punya Gaya Sendiri dalam Mendesain

Salah satu karakter nan cukup kuat dalam karya Wanda adalah garis kreasi nan clean, sleek, dan klasik. Ia memandang perhiasan bukan lagi sesuatu nan hanya digunakan untuk menghadiri pesta alias aktivitas tertentu.

Perhiasan, menurutnya, juga bisa menjadi bagian dari style sehari-hari.

Pandangan tersebut sejalan dengan kesukaan Wanda terhadap bumi fashion. Melalui media sosial, dia kerap berbagi tentang styling, fashion, hingga langkah memadukan perhiasan dengan busana.

Di luar urusan pekerjaan, media sosial Wanda juga memperlihatkan sisi personalnya. Unggahannya tidak hanya berisi upaya dan desain, tetapi juga cerita keseharian, humor, hingga beragam observasi nan disampaikan dengan style lugas.

Alasan Anggun Mau Jadi House Ambassador

Perjalanan Wanda juga mempertemukannya dengan Anggun. Penyanyi nan dikenal lewat lagu Snow on the Sahara tersebut sekarang menjadi House Ambassador Wanda House of Jewels.

Anggun punya argumen tersendiri menerima tawaran tersebut. Menurutnya, Wanda bukan sekadar pengusaha perhiasan, tetapi seorang seniman nan mempunyai perhatian terhadap perincian dalam setiap karyanya.

“Kedua, ini bukan toko perhiasan lantaran Wanda betul-betul seniman. Jadi, segala sesuatu ada atensinya. Mereka berkeputusan hanya memakai color D, nan paling atas,” ujar Anggun.

Anggun menghadiri aktivitas Comic-Con International 2026: San Diego - Karpet Merah Musim 4 "Reacher" dan "Neagley" dari Prime Video di Hilton Bayfront, San Diego, California, Sabtu (25/7/2026). Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images/AFP

Ada argumen lain nan membikin Anggun tertarik. Ia memandang kualitas desainer dan seniman Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan karya dari luar negeri.

Karena itu, Anggun mau ikut menunjukkan dukungannya terhadap karya pembuat lokal.

“Sudah saatnya seniman Indonesia mendunia,” tuturnya.

Prinsip Give Back Wanda

Di tengah perjalanan membangun bisnis, Wanda juga membawa satu prinsip nan mau terus melangkah berbareng pertumbuhan brand-nya, ialah give back.

Ia terlibat sebagai salah satu Board of Directors Happy Hearts Indonesia, yayasan nan telah membangun lebih dari 400 sekolah, terutama di Nusa Tenggara Timur. Wanda juga ikut berkontribusi dalam pembangunan sejumlah sekolah serta mendonasikan perhiasan untuk beragam aktivitas sosial.

Perhatiannya terhadap rumor kesehatan juga cukup besar, khususnya kanker. Wanda House of Jewels pernah mengadakan pemeriksaan mammografi cuma-cuma bagi ribuan wanita sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai penemuan awal kanker payudara.

Dukungan juga diberikan kepada anak-anak pejuang kanker serta beragam aktivitas sosial lainnya.

“Ada satu prinsip nan melangkah berdampingan dengan pertumbuhan Wanda House of Jewels: give back. Bagi saya, apa nan dibelanjakan pengguna juga ikut membuka kesempatan bagi kami untuk memberikan kembali kepada masyarakat,” kata Wanda.

instagram embed

Kini, setelah lebih dari 30 tahun berkarya, Wanda tetap mengerjakan perihal nan sama seperti ketika memulai kariernya: merancang perhiasan dan bekerja dengan berlian.

Bedanya, perjalanan panjang itu sekarang telah membawanya membangun sebuah rumah perhiasan sendiri, berjumpa banyak figur publik, sekaligus menjadikan fashion, seni, dan aktivitas sosial sebagai bagian dari cerita nan terus berkembang.

Butik baru di Plaza Indonesia pun menjadi penanda babak berikutnya dalam perjalanan Wanda Ponika—bukan hanya sebagai tempat memamerkan karya, tetapi juga sebagai ruang baru untuk melanjutkan cerita nan telah dia bangun selama puluhan tahun.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan