Wamensos Agus Jabo Dorong Siswa Sekolah Rakyat Pandeglang Kejar Cita-cita

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Suasana penuh semangat sekaligus haru mewarnai kunjungan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pandeglang, Banten. Para siswa nan baru mengikuti MPLS pada 31 Agustus lalu, antusias berbincang dan berbagi cerita tentang pengalaman, kondisi keluarga, serta angan dan cita-cita mereka.

Salah satunya Putri Sulistiyara, siswa SMA nan bercita-cita menjadi pramugari. Putri mengaku nyaman selama berada di SRT 1 Pandeglang.

"Betah banget," ujar Putri dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus Jabo memberikan semangat kepada Putri agar terus belajar dan berjuang mewujudkan cita-citanya. Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak rendah diri dengan kondisi family maupun pekerjaan orang tua.

Suasana haru terlihat saat Agus Jabo berbincang dengan siswa SMA Pandeglang berjulukan Ghezalia Izadina dan Fatimah. Keduanya tak kuasa menahan tangis ketika menyampaikan pengalaman dan angan mereka selama berada di SRT 1 Pandeglang.

Ghezalia mengaku berterima kasih dapat berguru di Sekolah Rakyat. Ia merasa nyaman lantaran mendapatkan pelajaran, mempunyai banyak teman, serta merasakan suasana sekolah nan saling menghargai.

"Saya mau berterima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto nan sudah membangun Sekolah Rakyat untuk warga-warga nan tidak bisa alias nan kesusahan," kata Ghezalia.

Sementara itu, Fatimah menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat berfaedah bagi dirinya. Ia berambisi dapat memanfaatkan kesempatan belajar tersebut untuk membahagiakan keluarganya.

Melihat kedua siswa menangis, Agus Jabo meminta mereka menjadikan kesedihan nan dirasakan sebagai daya untuk bangkit dan terus mengejar cita-cita.

"Kesedihan kalian kudu menjadi daya agar kalian bangkit menjadi anak-anak Indonesia nan hebat," pesan Agus Jabo.

Agus Jabo mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari family nan membutuhkan. Ia berambisi para siswa dapat menggunakan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

"Semua anak Indonesia kudu bisa sekolah. Jangan pernah malu dengan pekerjaan orang tua dan jangan minder dengan kondisi keluarga," ujar Agus Jabo.

Ia juga mengingatkan siswa untuk disiplin mengikuti patokan nan bertindak di sekolah serta menghormati kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan wali asuh. Hubungan baik antarsiswa juga perlu dijaga.

Menurut Agus Jabo, perbedaan latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang bagi para siswa untuk berkawan dan saling menghargai.

"Apapun agamanya kalian kudu menghargai. Ini kerabat kalian juga, walaupun berasal dari tempat nan jauh," pesannya.

Ia juga mengingatkan agar Sekolah Rakyat menjadi lingkungan nan kondusif bagi seluruh siswa, tanpa perundungan, kekerasan, intoleransi, maupun pelecehan seksual. Para siswa diminta saling menjaga dan membantu satu sama lain.

Cerita lain datang dari Irna Khoerunnisa, siswa SMA nan bercita-cita menjadi dokter. Irna menyampaikan rasa terima kasihnya lantaran mendapat kesempatan berguru di Sekolah Rakyat. Ia juga membujuk teman-temannya untuk percaya diri dan tidak minder.

Sementara Salman, siswa SD, mengatakan mau menjadi polisi. Ia mengaku senang berguru di Sekolah Rakyat dan merasa terbantu dengan pemenuhan kebutuhan makan nan diterimanya secara teratur.

Ada pula Steven Gio, siswa SMA nan baru sekitar dua bulan pindah dari Kalimantan ke Pandeglang. Ia mengetahui Sekolah Rakyat dari bibinya dan kemudian mendapat kesempatan untuk melanjutkan sekolah di SRT 1 Pandeglang.

Steven mengaku berterima kasih bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Ia juga menyampaikan terima kasih lantaran program tersebut memberikan kesempatan kepada family nan membutuhkan.

"Terima kasih Pak Presiden untuk membuka Sekolah Rakyat untuk family nan tidak mampu. Terima kasih banyak," ujar Steven.

Steven nan bercita-cita menjadi advokat juga menyampaikan pesan kepada teman-temannya agar tidak mudah menyerah dalam mengejar apa nan mereka inginkan.

"Jangan mudah putus asa, jangan pantang menyerah. Terus sampai cita-cita, sampai setinggi langit," katanya.

Sementara itu Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari family nan membutuhkan.

"Kita siap mendukung program Asta Cita Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, melalui Kementerian Sosial untuk sama-sama membahagiakan wong cilik nan ada di hadapan kita. Sekolah Rakyat datang untuk wong cilik," katanya.

Dalam kesempatan ini, Kementerian Sosial juga menyerahkan secara simbolis support logistik senilai Rp208.757.070 untuk mendukung kebutuhan lumbung sosial di Kabupaten Pandeglang.

Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, kidsware, dan tenda gulung. Selanjutnya, support bakal dikirimkan Kemensos kepada Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang untuk mendukung kesiapan logistik di lumbung sosial.

Sebagai informasi, aktivitas ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Wawan Setiawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang Roni, Sekber Sekolah Rakyat Herman Koswara, PPK Sekolah Rakyat Agus Wahyudi, serta Kepala SRT 1 Pandeglang Siwi.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News