Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Minggu, 01 Februari 2026 |08:04 WIB

Wamenkomdigi Ungkap AI Ubah Serangan Siber Jadi Lebih Cepat dan Masif (Okezone)
JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyebut kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) mengubah pola serangan siber menjadi lebih sigap dan masif. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman siber di era AI.
1. Serangan Siber Berbasis AI
Baginya, serangan siber berbasis AI risikonya tak lagi terbatas pada sistem besar, tetapi menyentuh rekening, identitas, dan perangkat pribadi sehari-hari.
“Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membikin malware bekerja,” kata Nezar, dalam keterangannya dikutip, Minggu (31/1/2026).
Nezar menyebutkan, AI mengubah pola serangan siber menjadi jauh lebih sigap dan masif. Dengan otomatisasi, kata dia, pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem dalam hitungan detik dan memilih sasaran nan dianggap bernilai.
“Data Boston Consulting Group (BCG) Desember 2025 menunjukkan serangan berkembang lebih sigap daripada pertahanan. Ini sebabnya penduduk sering menjadi korban tanpa sadar,” ujarnya.
Ia menegaskan, ancaman tidak hanya berkarakter teknis, tetapi juga menyasar sisi emosional masyarakat. Salah satunya, pemanfaatan AI seperti wajah dan bunyi seseorang bisa dipalsukan secara meyakinkan.
“Sekarang wajah dan bunyi kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh lantaran percaya pada orang nan mereka kenal,” kata Nezar.
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·