Wamenko Pangan Soroti Kebutuhan Susu Nasional: 80% Dipenuhi dari Impor

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Bogor -

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol mengungkapkan, selisih alias gap antara kesiapan dan kebutuhan susu nasional tetap sangat tinggi. Hanif menyebut, pemerintah saat ini tetap melakukan impor susu untuk memenuhi 80 persen kebutuhan susu nasional.

"Kita pahami betul, bahwa produksi nasional kita tetap jauh dari kebutuhan nasional. Gap nan cukup besar ini tentu kudu segera dirumuskan oleh semua kementerian terkait," kata Hanif saat meninjau peternakan sapi di Puncak, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Minggu (7/6/2026).

"Kita juga tentu tidak tulus ya, dengan kebutuhan susu nan dengan demikian besarnya, nyaris 80 persen dipenuhi dari impor," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanif mengatakan, pemenuhan susu untuk masyarakat Indonesia saat ini belum memenuhi standar organisasi bumi di bagian pangan dan pertanian PBB, Food and Agriculture Organization (FAO).

"Kemudian itu juga tetap jauh dari nan distandarkan dari FAO. FAO menyampaikan bahwa paling tidak per kapita, artinya perorangan per tahun, ini kita memerlukan nyaris 30 kilogram susu nan kudu disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Hanif.

"Namun kita sampai hari ini baru 16,2-16,8 (kilogram), jadi tetap sangat jauh gap nya. Untuk memenuhi itu saja, 80 persennya tetap impor, apalagi untuk memenuhi 30 kilogram per tahun per kapita. Ini lah langkah-langkah segera kudu dilakukan," sambungnya.

Dalam kunjungannya, Hanif sempat mendapat keluhan dari peternak, terutama mengenai lahan dan pakan ternak. Termasuk adanya disparitas nilai susu di petani hingga di pabrik.

"Mulai dari kurangnya kesiapan lahan, kemudian kurangnya kesiapan tumbuhan tanaman, kesiapan pakan. Kemudian adanya disparitas antara nilai di petani dengan di koperasi, antara di koperasi dengan pabrik, kemudian nan selanjutnya tentu temuan ini menjadi komitmen kita semua," kata Hanif.

Dalam waktu dekat, kata Hanif, pihaknya bakal menggelar rapat koordinasi dengan pejabat mengenai untuk mencari solusi persoalan peternak sapi susu. Ia juga mendorong area Puncak Bogor menjadi salah satu sentra susu nasional.

"Jadi saya bakal mengundang rapat koordinasi dengan eselon 1 dengan tokoh-tokoh di sini, dengan akademisi, untuk kemudian mengkonstruksikan persoalan nan ada di Cisarua ini. Harapan kami tentu kita mau sekali mengembalikan brand Cisarua ini sebagai salah satu sentral susu nasional," ujar Hanif.

Lihat juga Video 'Prabowo Optimistis 5 Tahun Lagi RI Swasembada Daging':

(sol/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News