Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga Sambut Kedatangan Jemaah setelah Armuzna

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga Sambut Kedatangan Jemaah setelah Armuzna Jamaah haji dari beragam negara melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai memulangkan jamaah haji Indonesia gelombang pertama ke Tanah Air pada 1 Juni 2026 sem(ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd)

WAKIL Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta seluruh petugas haji Indonesia meningkatkan kesiapan dalam menyambut kehadiran jemaah haji gelombang kedua di Madinah setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Muzdalifah dan Mina itu menguras daya luar biasa. Karena itu petugas kudu memberikan perhatian ekstra kepada jemaah nan baru tiba di Madinah," kata Wamenhaj dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Ia menjelaskan, kondisi jemaah haji gelombang kedua berbeda dibandingkan gelombang pertama. Jika sebelumnya jemaah sempat beristirahat di Madinah sebelum menjalani puncak haji, maka jemaah gelombang kedua justru tiba setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah utama.

"Jemaah gelombang kedua datang dalam kondisi nan lebih lelah. Karena itu seluruh jasa kudu betul-betul siap dan responsif," ujarnya.

Selain itu, Dahnil juga mengingatkan para jemaah agar memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di Madinah. Ia menilai tradisi Arbain nan biasa dijalankan jemaah Indonesia berpotensi menambah kelelahan andaikan tidak dibarengi pengaturan stamina nan baik.

"Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri, apalagi cuaca di Madinah saat ini cukup panas," ucapnya.

Kepada petugas kesehatan, Wamenhaj meminta pelayanan dilakukan secara sigap dan tanggap. Ia menegaskan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan seluruh klinik sektor kudu tetap siaga penuh untuk memenuhi kebutuhan jasa kesehatan jemaah.

"Prinsipnya adalah fast response. Setiap laporan kudu segera ditindaklanjuti dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan betul-betul siap memberikan pelayanan terbaik," tegasnya.

Tidak hanya jasa kesehatan, Dahnil juga meminta pengawasan terhadap jasa konsumsi diperketat. Menurutnya, kecukupan gizi menjadi aspek krusial untuk menjaga kebugaran jemaah setelah menjalani puncak ibadah haji.

Menjelang berakhirnya operasional haji, dia mengingatkan seluruh petugas agar tidak mengendurkan pelayanan. Dahnil menegaskan tugas pelayanan haji tetap kudu dijalankan secara optimal hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia. "Haji belum selesai. Justru pada fase ini pelayanan kudu semakin optimal lantaran jemaah memerlukan perhatian lebih besar setelah melewati puncak ibadah haji," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia