Wamendagri Ribka Haluk: Pengembangan Bandara Douw Aturure Jadi Harapan Baru Papua Tengah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Sementara itu, Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah Samuel Ricky Rantelimbong menjelaskan bahwa pengelolaan Bandara Douw Aturure berada di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire. Fasilitas airport tersebut terus dikembangkan baik pada sisi udara maupun sisi darat.

“Bandara ini mempunyai akomodasi sisi udara seperti runway, apron, taxiway, runway strip, serta akomodasi sisi darat seperti terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, dan gedung penunjang lainnya,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa panjang landasan pacu sekarang telah ditingkatkan dari sebelumnya 1.600 meter menjadi 2.500 meter. Dengan peningkatan tersebut, airport sudah dapat melayani pesawat jenis Boeing nan mempunyai kapabilitas lebih besar.

Meski demikian, pengembangan lanjutan tetap diperlukan, terutama pada akomodasi terminal penumpang nan saat ini tetap disesuaikan dengan standar pesawat ATR.

“Untuk itu diperlukan pengembangan ke depan seperti pelebaran runway, ekspansi apron, pengembangan terminal, pembangunan garbarata, serta peningkatan akomodasi pendukung lainnya,” tambahnya.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Tengah Petrus Waine, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Melalui peninjauan beragam prasarana strategis tersebut, pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat konektivitas di Papua Tengah sebagai salah satu wilayah otonomi baru di Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita