Wamendagri Ajak HIPMI Kolaborasi dengan Pemda Gerakkan Ekonomi Kreatif

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membujuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bekerja-sama dengan pemerintah wilayah (Pemda) untuk menggerakkan ekonomi kreatif.

Bima menilai HIPMI mempunyai ruang besar untuk mendampingi kepala wilayah melalui perspektif nan lebih kolaboratif dan inovatif. Ia mengungkapkan HIPMI juga dapat menjadi penghubung antara kepala daerah, pelaku usaha, dan komunitas.

Sementara itu, sebagai Wamendagri, Bima bekerja mendampingi kepala wilayah agar bisa membangun kemandirian fiskal guna mendukung program-program prioritas nasional. Menurutnya, wilayah perlu didorong untuk mencari sumber pembiayaan alternatif, seperti crowd financing, alternative financing, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga optimasi aset daerah.

"Saya banyak tahu dengan teman-teman [HIPMI] nan masuk di wilayah ekonomi kreatif, kuliner, dan lain-lain. Karena kepala wilayah itu nggak ngerti. Jadi saya sampaikan ini, teman-teman bisa bantu kepala daerah-kepala wilayah agar lebih imajinatif dan inovatif," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Barat di Gedung Daan Mogot Pusdikif, Kota Bandung, Sabtu (9/5).

Bima menyampaikan tantangan kepala wilayah saat ini dapat dilihat dari keberhasilan menjalankan program strategis nasional di daerah. Ia menegaskan kepala wilayah kudu bisa mengawal Asta Cita secara detail, mulai dari kedaulatan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel).

Ia menambahkan, momentum saat ini menjadi kesempatan bagi generasi muda dan para pelaku upaya untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia dapat menjadi negara maju andaikan bisa memanfaatkan bingkisan demografi dengan baik serta membangun kemandirian nasional.

Pada kesempatan ini, dia menekankan pentingnya kesinambungan visi nasional lintas kepemimpinan. Menurutnya, pergantian pemimpin semestinya tidak mengubah arah pembangunan nasional. Hal tersebut tercermin di sejumlah negara seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Vietnam nan tetap bisa menjaga stabilitas ekonomi meski mengalami pergantian pemimpin.

"Enggak ada pemerintahan nan bisa sendirian, semuanya kolaborasi. Walaupun hari ini kerjasama nggak cukup, sekarang adalah eranya co-creation. Kolaborasi itu mengakomodasi saja, tapi co-creation itu duduk sama-sama, ujian sama-sama, merencanakan sama-sama," ungkapnya.

Bima juga mencontohkan praktik baik Pemerintah Kota Jambi nan dinilai bisa meningkatkan finansial wilayah melalui optimasi program prioritas nasional. Menurutnya, perihal tersebut berakibat pada peningkatan pertumbuhan ekonomi serta penurunan nomor pengangguran terbuka.

"Bagus angkanya, kemarin saya sampaikan ini di Bappenas, agak senang, lantaran rupanya ini bukti, bahwa kepala wilayah ini enggak hanya mengeluh, tapi memilih berpeluh. Maka bakal terbuka kesempatan," pungkasnya.

Sebagai informasi, turut datang pada aktivitas tersebut para pengurus HIPMI Jawa Barat di antaranya Agung Rachmat, Zulfikar Priyatna, serta kader HIPMI se-Jawa Barat. (prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News