Wamen Ekraf Sebut Rencana Pengembangan Sinewara Masih dalam Tahap Pematangan

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 25 Februari 2026 |06:48 WIB

Wamen Ekraf Sebut Rencana Pengembangan Sinewara Masih dalam Tahap Pematangan

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif saat Peluncuran Film Pelangi di Mars di SCBD, Jakarta Selatan, pada 19 Februari 2026. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif mengungkapkan, proyek pengembangan bioskop milik negara berjulukan Sinewara nan digagas oleh PT Produksi Film Negara, tetap dalam tahap pematangan. 

“Perkembangan terakhir, rencana itu tetap kami godok bersama,” ujarnya saat ditemui awak media di Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, pada 24 Februari 2026.

Pematangan proyek, menurut Irene Umar, diperlukan lantaran munculnya masalah keterbatasan layar. Sehingga saat ini, Kementerian Ekonomi Kreatif dan PFN konsentrasi pada penambahan layar. 

Disinggung soal letak pembangunan Sinewara, Irene tetap enggan membocorkannya. Ia menyebut, kehadiran bioskop milik negara ini nantinya bakal menjadi kejutan bagi masyarakat. “Ada deh, surprise pokoknya,” tutur Irene.

Asik Bioskop Kembali Dibuka, Yuk Intip Persiapannya! Wamen Ekraf Sebut Rencana Pengembangan Sinewara Masih dalam Tahap Pematangan. (Foto: Okezone)

Ide pengembangan Sinewara sebelumnya diungkapkan oleh Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Kreativitas dan Distribusi Film Komisi VII DPR, pada 2 Februari 2026. 

Dalam kesempatan itu, Ifan mengatakan, Sinewara rencananya bakal dibangun di lahan milik PFN di area Otista, Jakarta Timur. Pengembangan bioskop itu, menurutnya, dilatarbelakangi minimnya jumlah layar sinema di Indonesia. 

Saat ini, Indonesia hanya mempunyai 2.400 layar sinema dan sebarannya tidak merata di seluruh Indonesia. Angka tersebut jauh dari sasaran nan semestinya 20.000 layar. Saat ini, menurut Ifan, PFN menargetkan Indonesia mempunyai 10.000 layar.

“Bahkan hanya 25 sampai 30 persen kabupaten/kota nan mempunyai bioskop. Jadi memang penyebarannya sangat tidak merata di Indonesia,” tutur Ifan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com