Saham-saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Kamis (11/6), dengan indeks utama memperpanjang reli setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan terhadap Iran.
Penguatan juga terjadi menjelang debut perdagangan saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, nan dijadwalkan berjalan pada Jumat (12/6).
Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 929,97 poin alias 1,86 persen menjadi 50.848,75. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 127,31 poin alias 1,75 persen ke level 7.394,30 dan Nasdaq Composite melonjak 640,16 poin alias 2,54 persen menjadi 25.809,66.
Tiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan harian terbesar sejak 8 April lalu, ketika AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata sementara.
Komentar Trump disampaikan hanya beberapa jam sebelum serangan nan sebelumnya direncanakan. Trump kemudian mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa AS dan Iran berpotensi menandatangani perjanjian tenteram paling sigap akhir pekan ini, nan dapat membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Kabar tersebut mendorong penguatan pasar setelah tindakan jual pada sesi sebelumnya. Saham-saham produsen chip menjadi pendorong utama kenaikan indeks S&P 500. Indeks semikonduktor PHLX (SOX) melonjak 7,9 persen, mencatat kenaikan harian terbesar sejak April 2025.
Direktur Per Stirling Capital Management, Robert Phipps, menilai parameter teknikal pasar saat ini menunjukkan kondisi nan relatif oversold alias telah turun terlalu dalam. Menurutnya, setelah sebelumnya pasar naik terlalu sigap dan terlalu tinggi, sekarang pasar juga sempat mengalami koreksi nan terlalu sigap dan terlalu dalam.
S&P 500 sendiri telah melemah sejak mencetak rekor penutupan tertinggi pada awal Juni akibat bentrok di Timur Tengah nan memicu kekhawatiran inflasi. Pada Rabu (10/6), indeks sektor teknologi S&P 500 apalagi telah mengkonfirmasi masuk ke wilayah koreksi.
IPO SpaceX
Fokus penanammodal sekarang beranjak ke IPO SpaceX nan diperkirakan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat (12/6). SpaceX menetapkan nilai penawaran saham perdana sebesar USD 135 per saham, menjadikannya IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal AS.
Melalui penjualan sekitar 555,56 juta saham, SpaceX sukses menghimpun biaya sebesar USD 75 miliar dan mencatat valuasi mencapai USD 1,77 triliun, tertinggi untuk sebuah penawaran saham perdana.
CEO 50 Park Investments, Adam Sarhan, mengatakan nilai saham pada saat IPO hanyalah tahap awal. Menurutnya, nan lebih krusial adalah gimana pasar merespons dan mencerna info tersebut setelah saham mulai diperdagangkan.
Di sisi lain, saham Oracle ambruk 8,5 persen setelah perusahaan memproyeksikan shopping modal tahun fiskal 2027 di atas perkiraan analis Wall Street.
Dari sisi info ekonomi, tekanan inflasi tetap menjadi perhatian. Data menunjukkan nilai produsen AS pada Mei meningkat lebih tinggi dari perkiraan dan mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Selain itu, jumlah penduduk AS nan mengusulkan klaim tunjangan pengangguran juga meningkat tipis pada pekan lalu.
Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve (The Fed) bakal mempertahankan suku kembang acuannya pada pertemuan kebijakan pekan depan. Namun, penanammodal tetap memandang kesempatan setidaknya satu kali kenaikan suku kembang sebesar 25 pedoman poin hingga akhir tahun.
Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham nan naik melampaui saham nan turun dengan rasio 2,74 banding 1. Sebanyak 247 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sementara 134 saham mencatat level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 3.587 saham menguat dan 1.304 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap saham turun sebesar 2,75 banding 1.
S&P 500 mencatat 27 saham nan menyentuh level tertinggi baru dalam setahun dan 15 saham pada level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 167 saham pada level tertinggi baru dan 144 saham pada level terendah baru.
Volume transaksi di seluruh bursa saham AS mencapai 21,41 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir nan sebesar 20,7 miliar saham.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·