Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Turunnya Harga Minyak Mentah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (1/5). Pendorongnya adalah turunnya nilai minyak mentah dan Nasdaq juga S&P 500 nan mencatatkan keahlian kuat, dengan menutup periode kenaikan bulanan terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 152,87 poin alias 0,31 persen ke level 49.499,27, sementara S&P 500 (.SPX) naik 21,11 poin alias 0,29 persen ke 7.230,12, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 222,13 poin alias 0,89 persen ke 25.114,44.

Dengan indeks Dow Jones Industrial Average justru ditutup melemah tipis, mencerminkan perbedaan keahlian antar sektor, dengan saham teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar.

S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Kinerja saham teknologi nan solid membikin Nasdaq unggul dibandingkan indeks lainnya.

Secara historis, pasar saham memasuki periode nan condong lebih lemah mulai Mei hingga Oktober. Data menunjukkan, sejak 1945 hingga April 2026, rata-rata kenaikan S&P 500 pada periode tersebut hanya sekitar 2 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kenaikan 7 persen pada November hingga April.

video story embed

Musim laporan finansial nan kuat turut menopang pasar. Berdasarkan info London Stock Exchange (LSEG) analis memperkirakan pertumbuhan untung agregat kuartal I 2026 mencapai 27,8 persen secara tahunan.

Dari 314 perusahaan nan telah merilis kinerja, sebanyak 83 persen melampaui ekspektasi untung dan 78 persen mencatat pendapatan di atas perkiraan.

“Aksi pasar hari ini betul-betul menjadi pelengkap dari pekan nan solid bagi penanammodal lantaran musim laporan finansial terus menunjukkan hasil nan lebih baik dari perkiraan,” kata Kepala Strategi Pasar di Carson Group, Omaha, Ryan Detrick dikutip dari Reuters, Senin (⅘).

“Pada saat nan sama, April menjadi bulan terbaik kedua bagi S&P 500 sejak 1950. Momentum kenaikan ini tampaknya tetap berpotensi bersambung di bulan Mei,” tambah Detrick.

Kemudian perkembangan penyelesaian bentrok AS-Israel dengan Iran terlihat terhambat, sementara penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan nilai daya dan memicu kekhawatiran inflasi.

“Investor sedang memperkirakan berapa lama gangguan pasokan ini bakal berlangsung, lampau membedakan sektor mana nan paling sensitif terhadap gangguan tersebut,” kata Ahli Strategi Investasi Nasional di U.S. Bank Wealth Management, Minneapolis, Tom Hainlin.

Orang-orang melangkah di laman Hotel Serena, tempat kemungkinan fase kedua perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Selasa (21/4/2026). Foto: Akhtar Soomro/REUTERS

Data ekonomi menunjukkan aktivitas manufaktur AS tumbuh pada April untuk bulan keempat berturut-turut. Namun, komponen nilai nan dibayar melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, menurut Institute for Supply Management.

Sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama dalam S&P 500. Sebaliknya, sektor daya menjadi nan paling tertekan seiring melemahnya nilai minyak mentah.

Saham Apple (AAPL.O) naik 3,3 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi penjualan nan solid, didorong permintaan kuat untuk iPhone 17 dan MacBook Neo. Sementara itu, saham Atlassian (TEAM.O) melonjak 29,6 persen setelah meningkatkan proyeksi keahlian tahunan.

Saham Roblox (RBLX.N) turun 18,3 persen setelah memangkas proyeksi pemesanan tahunannya. Sementara itu, Reddit (RDDT.N) melonjak 13,1 persen berkah proyeksi pendapatan kuartalan nan positif.

Laba kuartalan Exxon Mobil (XOM.N) terdampak gangguan di Timur Tengah, sedangkan Chevron (CVX.N) melampaui ekspektasi laba, namun total keuntungannya menjadi nan terendah dalam lima tahun terakhir. Kedua raksasa daya tersebut masing-masing turun 1,0 persen dan 1,4 persen.

Jumlah saham nan naik lebih banyak dibandingkan nan turun dengan rasio 1,18 banding 1 di NYSE. Tercatat 578 saham mencapai level tertinggi baru dan 63 saham menyentuh level terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 2.957 saham naik dan 1.753 saham turun, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,69 banding 1.

S&P 500 mencatat 45 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 13 saham terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 132 saham tertinggi baru dan 51 terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 15,27 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,64 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan