Wali Kota Yogya Cek Daycare Baru yang Rawat Anak Korban Little Aresha

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat di Daycare Pelangi Anak Negeri, Yogyakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengecek Daycare Pelangi Anak Negeri di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, nan sekarang merawat anak-anak korban kekerasan dan penelantaran Daycare Little Aresha.

"Seperti nan sudah saya jelaskan bahwa anak-anak nan menjadi korban kami mencarikan daycare-daycare lainnya nan amanah, nan standar, baik dan berizin tentunya. Oleh lantaran itu hari ini kami melihat, mengamati, kemudian juga ngecek gitu ya, bahwa daycare yang ada di sini," kata Hasto, Rabu (29/4).

Hasto mengatakan di daycare ini ada tujuh anak korban Daycare Little Aresha. Lima dari tujuh anak ini merupakan anak berkebutuhan unik (ABK) seperti gangguan bicara.

"Ada nan gangguan-gangguan bicara, ada nan kemudian dia memang sejak awal ya secara kongenital, kelainan sejak lahir, itu ada nan sindrom misalkan down syndrome ya, kemudian ada nan hiperaktif, autis gitu, ya. Ada nan kelainan-kelainan neurologis nan juga sejak awal," katanya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat di Daycare Pelangi Anak Negeri, Yogyakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Hasto bakal menelusuri apakah kondisi anak-anak ini disebabkan oleh kekerasan nan dilakukan Daycare Little Aresha.

"Harus ditelusur satu per satu, kudu ditelusur kan tidak bisa serta-merta itu enggak bisa. Kapan dititipkan (ke Little Aresha), mulai kapan, sebelum dititipkan kayak apa, setelah dititipkan kayak apa kan butuh pendalaman lah satu per satu," ujarnya.

Selain tujuh anak ini, anak-anak korban Little Aresha lain diasuh di beragam daycare di Yogyakarta. Kondisinya dipastikan kondusif dan nyaman.

Daycare Little Aresha adalah tempat penitipan anak di Yogya nan melakukan kekerasan dan penelantaran. Ada 53 anak nan menjadi korban.

Sebanyak 13 orang telah ditetapkan tersangka, termasuk ketua yayasan dan kepala sekolah.

Dalam video nan viral, tampak anak-anak balita itu diikat kaki, tangan, dan badannya, diduga agar tidak rewel. Mereka diletakkan di matras puzzle di atas lantai.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan