Wali Kota Munafri Wajibkan OPD Makassar Pilah Sampah dari Sumber

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan nan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut menjadi langkah awal membangun budaya pengelolaan sampah nan dimulai dari lingkungan pemerintahan dan diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat.

Selain melakukan pemilahan sampah, setiap OPD juga diminta membikin teba alias lubang resapan sampah organik serta mengembangkan pengolahan kompos di lingkungan instansi maupun rumah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat membuka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 nan digelar di Makassar Creative Hub (MCH), Jalan Nusantara, Sabtu (6/6).

Menurut Munafri, peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak semata menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menghadapi beragam tantangan lingkungan nan semakin kompleks.

"Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah 'Saatnya Bekerja Demi Masa Depan Bumi nan Lebih Berkelanjutan'. Ini merupakan panggilan bagi seluruh pihak untuk mengambil tindakan nyata dalam menghadapi krisis lingkungan nan kita hadapi saat ini," ujarnya dikutip Senin (8/6).

Munafri menjelaskan, bumi saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis alias tiga krisis besar nan saling berkaitan, ialah perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan.

Dia menilai akibat dari ketiga krisis tersebut mulai dirasakan di Kota Makassar, terutama lantaran posisi geografis kota nan berada di area pesisir. Di mana jika memandang kondisi Kota Makassar saat ini, nyaris seluruh aspek lingkungan mulai tergerus, apalagi berada di wilayah pantai nan rentan terhadap kenaikan permukaan air laut.

"Jika tidak bisa mengendalikan lingkungan dengan baik, persoalan ini bakal menjadi masalah tahunan nan terus berulang," katanya.

Karena itu, politisi Golkar itu membujuk seluruh komponen masyarakat untuk mulai mengambil peran dalam menjaga lingkungan dengan memulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

"Stop bicara kebersihan jika tetap membuang sampah sembarangan. Stop bicara lingkungan jika tetap menggunakan plastik sekali pakai secara berlebihan," tuturnya.

"Dan stop bicara lingkungan jika kita belum bisa memilah sampah dari rumah kita sendiri," sambung mantan CEO PSM itu.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kota Makassar saat ini mencapai sekitar 1.036 ton per hari.

Sementara kapabilitas pengangkutan sampah nan dimiliki pemerintah baru bisa menjangkau sekitar 67 persen dari total timbulan sampah tersebut.

Kondisi itu menjadi tantangan besar nan tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendirian tanpa support seluruh pemangku kepentingan.

"Masih banyak sampah nan belum tertangani. Karena itu kita membangun kerjasama lintas sektor dan lintas perangkat wilayah agar tercipta ekosistem nan bisa menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh," jelasnya.

Ia juga mencontohkan, upaya pemilahan sampah nan telah dilakukan sejumlah organisasi hingga tingkat RT kudu dibarengi dengan sistem pengangkutan nan sesuai agar sampah nan sudah dipilah tidak kembali tercampur saat diangkut.

Munafri juga menegaskan bahwa kampanye pengelolaan sampah kudu dilakukan secara terus-menerus dan menjadi aktivitas harian nan konsisten.

"Kampanye ini tidak boleh berhenti. Masyarakat kudu memahami bahwa apa nan kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi untuk masa depan," imbuh Munafri.

Sebagai corak komitmen, Pemkot Makassar juga bakal menerapkan sistem penghargaan dan hukuman (reward and punishment) dalam beragam aktivitas dan event nan digelar di Kota Makassar.

Setiap penyelenggara aktivitas bakal didorong untuk menerapkan pengelolaan sampah nan baik dan tidak meninggalkan sampah setelah aktivitas berakhir.

"Jika dilakukan secara bersamaan, tentu bakal menghasilkan lautan sampah plastik. Ini nan kudu kita ubah," tuturnya.

Selain pemilahan sampah, Munafri juga mendorong pengembangan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan hasil pengolahan lainnya nan berbobot ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa program teba nan mulai dijalankan di beragam wilayah diharapkan bisa menghasilkan kompos nan nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas urban farming.

Hasil urban farming tersebut selanjutnya dapat dipasarkan melalui beragam saluran, seperti pasar tani, program Makan Bergizi Gratis (MBG), maupun kelompok-kelompok masyarakat dan organisasi lokal.

"Ini kudu menjadi siklus nan tidak boleh berhenti. Sampah organik nan dikelola dengan baik bakal kembali menjadi sumber faedah bagi masyarakat," ujarnya.

Munafri menambahkan, saat ini pemerintah telah menyediakan beragam pilihan teknologi dan metode pengolahan sampah, mulai dari teba, eco enzyme, urban farming, hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Menurutnya, beragam metode tersebut dapat dipilih dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Persoalan sampah berasal dari individu. Karena itu perubahan juga kudu dimulai dari individu. Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga organisasi nan lebih luas," tegasnya.

Pada momentum Hari Ulang Tahun Kota Makassar pada November mendatang, Pemkot Makassar juga berencana memberikan penghargaan kepada individu, golongan tani, organisasi lingkungan, hingga perusahaan nan dinilai mempunyai kontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui beragam langkah tersebut, Munafri berambisi aktivitas peduli lingkungan dapat menjadi budaya baru nan tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Kota Makassar.

"Dibutuhkan kerjasama seluruh stakeholder agar sampah dapat dikurangi, diolah, dan dimanfaatkan dengan baik," pungkasnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2026 melibatkan seluruh komponen masyarakat serta pemangku kepentingan di Kota Makassar.

"Kami melibatkan seluruh unsur nan ada, harapannya, aktivitas ini dapat menyebarkan semangat nan sama kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik ke depannya," katanya, usai aktivitas di Makassar Creative Hub (MCH).

Helmy menjelaskan, sepanjang Juni, Pemkot Makassar telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan nan bermaksud memperkuat edukasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Beberapa aktivitas nan bakal dilaksanakan di antaranya forum group discussion (FGD), pelatihan, workshop lingkungan, hingga partisipasi dalam pameran lingkungan tingkat nasional nan diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

"Hari Senin kelak kami bakal melaksanakan FGD, selanjutnya, kami juga bakal mengikuti pameran lingkungan nan digelar Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta," ungkapnya.

Terkait agenda nasional Hari Lingkungan Hidup nan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, Helmy menyebut bahwa sejumlah perwakilan organisasi lingkungan dan DLH Makassar juga dijadwalkan mengikuti aktivitas secara virtual nan terhubung dengan pemerintah pusat.

Selain itu, Helmy menyambut baik inisiatif Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, nan mencanangkan beragam lomba dan penghargaan bagi individu, komunitas, maupun golongan masyarakat nan aktif menjaga lingkungan.

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi pemicu semangat sekaligus sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional