Wali Kota Medan imbau ASN bekerja usai nonton Final Piala Dunia 2026.
, MEDAN, – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan, agar tetap melaksanakan aktivitas pekerjaan seperti biasa usai menyaksikan laga Final Piala Dunia 2026 pada Senin awal hari. Imbauan ini disampaikan langsung di sela aktivitas nonton bareng (nobar) berbareng Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
"Jangan sampai enggak kerja ya. Jangan asalan kelak diajak Bu Menteri nobar, tapi enggak kerja besok," ujar Rico Waas dengan nada serius namun santuy di Medan, Sumatera Utara, Senin. Ia menekankan agar euforia perhelatan sepak bola bumi tidak dijadikan argumen untuk meninggalkan tanggung jawab.
Rico membujuk seluruh komponen masyarakat untuk tetap ahli dan tidak mengabaikan tanggungjawab di tengah kemeriahan pesta olahraga terbesar di bumi tersebut. "Kerja ya. Jangan enggak kerja," tegasnya singkat.
Apresiasi untuk Nobar dan Harapan Sepak Bola Indonesia
Dalam kesempatan nan sama, Wali Kota Medan juga menyampaikan apresiasi nan tinggi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) serta para pemangku kebijakan mengenai nan telah memfasilitasi aktivitas nonton bareng Final Piala Dunia 2026 bersama masyarakat. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah positif untuk menyediakan panggung intermezo bagi penduduk melalui sektor olahraga, khususnya sepak bola.
"Terima kasih Bu Menteri nan telah datang di tengah-tengah masyarakat Kota Medan," sebut Rico. Ia berambisi momentum Piala Dunia ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menerapkan pola hidup sehat demi mewujudkan generasi nan membanggakan. "Sehat terus. Semoga Kota Medan juga menjadi kota sehat," ujarnya.
Kebanggaan Indonesia sebagai Official Broadcaster
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan rasa bangganya lantaran Indonesia melalui TVRI kembali menjadi official broadcaster untuk perhelatan Piala Dunia 2026. Ini menjadi momen berhistoris setelah penantian panjang selama 24 tahun.
"Setelah 24 tahun, Tahun 2026 ini kita kembali menjadi broadcaster Piala Dunia. Ke depan, bisa menayangkan kembali," ujar Meutya, menyoroti kembalinya siaran langsung kejuaraan sepak bola paling bergengsi di bumi itu ke layar kaca nasional.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·