Wakil Wali Kota Tegal Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan dalam Eliminasi Tuberkulosis

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Wali Kota Tegal Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan dalam Eliminasi Tuberkulosis Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Tazkiyyatul Muthmainnah.(MI/Supardji Rasban)

MEET and Greet Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TBC), mempunyai nilai strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan sekaligus membangun kepedulian generasi muda terhadap upaya penanggulangan tuberkulosis.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Tazkiyyatul Muthmainnah,saat membuka Meet and Greet Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TBC) nan berjalan di Aula RSUI Harapan Anda Kota Tegal, Rabu (29/7).
 
“Pemerintah Indonesia telah menargetkan eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Target tersebut tidak bakal tercapai tanpa keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk para pelajar sebagai generasi muda nan mempunyai peran krusial dalam menyebarluaskan info nan betul mengenai TBC,” ujar Tazkiyyatul.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut merupakan kerjasama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), RSUI Harapan Anda, Dinas Kesehatan Kota Tegal, serta beragam mitra kesehatan lainnya.

Menurut Tazkiyyatul, tuberkulosis merupakan penyakit nan dapat dicegah dan disembuhkan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk melakukan penemuan dini, menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penyandang TBC.

"Kami membujuk para pelajar untuk menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat melalui penerapan kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok," ajak Tazkiyyatul.

Ketua Panitia, Silvia MM, menyampaikan bahwa aktivitas tersebut bermaksud meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pencegahan dan pengobatan TBC.

“Penyakit TBC dapat dicegah dan disembuhkan. Kami dari RSUI Harapan Anda tergerak membujuk adik-adik pelajar untuk memahami langkah mencegah dan mengobati TBC sehingga dapat turut membantu memberikan edukasi kepada lingkungan sekitarnya,” ujar Silvia.

PERAN AKTIF
Ketua GOW Kota Tegal, Debby, mengatakan bahwa GOW terus mengambil peran aktif dalam beragam program kesehatan melalui kerjasama dengan beragam pihak. Anak-anak dan remaja menjadi golongan nan perlu mendapatkan perhatian lantaran mempunyai mobilitas nan tinggi.

“Sekolah merupakan tempat nan sangat krusial dalam upaya eliminasi TBC. Oleh lantaran itu, edukasi kepada para pelajar menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit ini,” ujar Debby

Debby menambahkan, aktivitas Meet and Greet TOSS TBC Tahun 2026 diikuti oleh 212 pengurus OSIS SMP dan SMA se-Kota Tegal. Masing-masing sekolah mengirimkan tiga perwakilan siswa untuk mengikuti aktivitas tersebut.

Pada kesempatan nan sama, Ketua PPTI Provinsi Jawa Tengah, Hartanto, menegaskan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit menular dan bukan penyakit keturunan. Oleh lantaran itu, pengobatan kudu dijalankan hingga tuntas guna memutus rantai penularan.

“TBC merupakan penyakit menular, bukan penyakit keturunan. Karena itu, pemberantasannya kudu dilakukan sampai tuntas agar tidak menularkan kepada orang lain,” tegas Hartanto.

Hartanto juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tegal nan terus mendukung beragam upaya edukasi dan pencegahan TBC. "Termasuk dengan melibatkan kalangan pelajar dalam kampanye kesehatan," tegas Hartanto.

Kegiatan nan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut merupakan kerjasama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), RSUI Harapan Anda, Dinas Kesehatan Kota Tegal, serta beragam mitra kesehatan lainnya. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia