Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi.(Dok BPS)
DALAM beberapa tahun terakhir, Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di area Tengah dan Timur Indonesia.
Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika nan menjadi tuan rumah arena balap motor paling bergengsi Moto GP, serta Gunung Rinjani nan dikenal sebagai salah satu daya tarik wisata dunia, mendorong berkembangnya beragam aktivitas upaya di sektor pariwisata, transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.
Berbagai aktivitas ekonomi tersebut berbareng seluruh sektor lainnya bakal dipotret secara komplit melalui Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
SE2026 bakal merekam perekonomian NTB secara menyeluruh, termasuk sektor pertanian nan juga menjadi andalan. Tahun 2025, produksi padi NTB menjadi nan kedua tertinggi di area Indonesia Tengah dan Timur, tumbuh pesat hingga 14,51%.
Komitmen untuk menyukseskan perhelatan sepuluh tahunan tersebut ditegaskan melalui Pencanangan SE2026 di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Centre Mataram, Jumat (19/6) dipimpin oleh Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, didampingi oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
Turut datang pula Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, para bupati dan wali kota se-Pulau Lombok, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, Kepala BPS Provinsi NTB dan seluruh Kepala BPS Kabupaten/Kota se-NTB, ketua lembaga vertikal, pelaku usaha, serta tokoh dan golongan masyarakat. Lebih dari 500 tamu undangan memadati letak aktivitas sebagai bentuk support berbareng dan kerjasama terhadap penyelenggaraan SE2026 di Bumi Gora.
Dalam sambutannya, Sonny menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan perkembangan aktivitas upaya di wilayah secara lengkap, tanpa menggunakan APBD. Tahun 2026, terdapat 658 ribu unit upaya di NTB, naik nyaris 60 ribu upaya dalam sepuluh tahun terakhir.
“Kami tidak hanya mencatat lapangan usaha, tapi juga door to door dari rumah ke rumah. Jadi, minta support pelaku upaya dan family untuk membuka pintu bagi petugas kami di lapangan,” ujar Sonny.
Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh keahlian petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dan pelaku upaya serta support penuh pemerintah daerah. Karena itu, dia membujuk masyarakat lewat satu kata sederhana, ialah “TIR”: Terima petugas SE2026, Isi info dengan benar, dan Rahasia info pasti terjaga.
Sonny juga mengingatkan seluruh petugas sensus untuk memastikan tidak ada family maupun upaya nan terlewat serta menjaga kualitas info nan dikumpulkan.
“Pastikan jangan ada nan terlewat, semua kudu dicacah. Pastikan semua info akurat. Jangan ada nan terlewat, info akurat,” pesan Sonny kepada seluruh petugas dan jajarannya.
Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan apresiasinya atas semangat jejeran BPS dalam menyelenggarakan SE2026.
“Kami di Komisi X salut dan bangga kepada BPS, khususnya BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalankan amanah undang-undang, ditengah efisiensi, penajaman dan pengurangan anggaran. Sebagai mitra BPS di Komisi X, kami mendukung BPS dalam menjalankan amanah undang-undang,” ucapnya.
Menurutnya, potret ekonomi Indonesia hari ini dan masa-masa nan bakal datang sangat ditentukan oleh penyelenggaraan SE2026.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan support penuh terhadap penyelenggaraan SE2026. Menurutnya, info ekonomi nan berbobot merupakan fondasi bagi perencanaan pembangunan nan tepat sasaran.
“Data ekonomi nan baik bakal melahirkan kebijakan nan baik. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 kudu kita sukseskan bersama,” jelasnya.
Ia membujuk seluruh masyarakat dan pelaku upaya untuk menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan info nan jeli sesuai kondisi sebenarnya.
Semangat kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan SE2026 ditunjukkan melalui penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Wakil Kepala BPS RI, Gubernur NTB, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB.
Dukungan pemerintah wilayah terhadap penyelenggaraan SE2026 juga ditunjukkan melalui penandatanganan deklarasi oleh para bupati dan wali kota sebagai corak kesiapan menyukseskan pendataan di wilayah masing-masing.
Pencanangan SE2026 di NTB berjalan semakin semarak dengan penampilan peresean, seni bela diri tradisional masyarakat Sasak nan menjadi salah satu ikon budaya daerah. Peresean dipilih sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan sportivitas nan sejalan dengan semangat kerjasama dalam penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026.
Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB dan Wakil Kepala BPS RI turun langsung ke arena sebagai pepadu peresean secara simbolis. Melalui pendekatan budaya lokal tersebut, pesan bakal pentingnya sensus ekonomi diharapkan semakin dekat dan mudah diterima oleh masyarakat.
Rangkaian aktivitas juga diramaikan oleh pameran produk upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nan menampilkan beragam produk unggulan daerah. Kehadiran para pelaku UMKM menjadi representasi nyata degub ekonomi NTB nan bakal dipotret melalui Sensus Ekonomi 2026. (RO/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·