Waka Komisi V Setuju Badan Geologi-BMKG Digabung: Masih Rumpun yang Sama

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menyatakan setuju dengan usulan pengintegrasian Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saya setuju. Ya, saya setuju jika itu digabungkan lantaran jika semangatnya preventif dan untuk pendeteksian lebih cepat, nah badan pengetahuan bumi dan BMKG nggak apa-apa digabungkan,” kata Huda saat dihubungi, Rabu (9/9).

Menurutnya, kedua lembaga tersebut tetap berada dalam satu rumpun objek nan sama meski mempunyai konsentrasi perhatian nan berbeda.

“Karena tetap satu rumpun objek nan sama sebenarnya, walaupun beda ini ya beda concern-nya. Jadi, saya setuju,” katanya.

Huda menilai penggabungan kedua lembaga tersebut dapat mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan dan mendeteksi potensi musibah secara lebih cepat.

Huda kemudian membandingkan rencana penggabungan Badan Geologi dan BMKG dengan usulannya mengenai pembentukan badan tunggal nan mempunyai kewenangan dalam penanganan pascabencana.

Ia sebelumnya mendorong adanya badan unik untuk menangani fase pascabencana lantaran kewenangan penanganan saat ini dinilai tetap tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga.

“Sebagaimana usulan saya pascakebencanaan itu butuh ditangani oleh badan tunggal gitu, nan dia punya kewenangan otoritatif nan sekarang kan berserak ke mana-mana,” tutur Huda.

“BNPB lampau kelak berasosiasi teknisnya PU, perumahan dan seterusnya. Jadi waktu itu kita sorong memang butuh badan unik itu,” lanjutnya.

Menurut Huda, pembentukan badan tunggal untuk penanganan pascabencana dan integrasi Badan Geologi dengan BMKG sama-sama mempunyai urgensi dalam memperkuat sistem kebencanaan nasional.

“Sama, kira-kira bobotnya sama. Penggabungan BMKG sama Geologi sama itu dengan badan pasca penanganan musibah itu penting. Sama-sama penting,” katanya.

Ilustrasi BMKG. Foto: Thrive Studios ID/Shutterstock

Sebelumnya, usulan integrasi Badan Geologi dengan BMKG disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan musibah melalui konvensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Dalam rapat tersebut, Prabowo memberi perhatian unik mengenai posisi Indonesia nan berada di cincin api Pasifik alias ring of fire.

“Karena kita ada di ring of fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” kata Prabowo.

Prabowo menilai upaya pemerintah memitigasi musibah sejauh ini sudah maksimal. Ia pun menegaskan pemerintah bakal terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.

“Untuk monitor ini, kelak kita pikirkan apakah Badan Geologi itu kudu diintegrasikan berbareng BMKG. Tapi, kelak kita telaah itu,” ujar Prabowo.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan