Pemerkosaan dan Pembunuhan Banyuasin, 5 Tahun Sandiwara Pelaku Terkuak

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Dugaan pemerkosaan dan pembunuhan di Banyuasin, Sumatera Selatan, nan terpendam selama lima tahun akhirnya terbongkar. Korban RN (23) dan adiknya AY (18) nan selama lima tahun dilaporkan hilang, ditemukan tinggal kerangka di rumah kosong area Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Banyuasin, Minggu (6/9).

Polisi menangkap dua terduga pelaku pembunuhan berinisial RS namalain Rendi Saputra (27) dan AD namalain Dika (25). Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan dua terduga pelaku ditangkap dalam waktu kurang dari 12 jam setelah letak kejadian ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres menuturkan dari hasil pemeriksaan, dua tersangka pembunuh dan pemerkosa kakak-adik ini sempat berakting ikut Yasinan hingga mencari keberadaan korban.

Selama rentang waktu sejak kedua korban dilaporkan lenyap pada Rabu, 27 Oktober 2021, para pelaku, khususnya Rendi, nan merupakan mantan kekasih Rani, pura-pura peduli dengan turut mendampingi family korban selama proses pencarian.

"Hasil pemeriksaan tersangka Rendi menutupi kejahatannya dengan sandiwara apalagi menghadiri aktivitas yasinan family korban agar tak menimbulkan kecurigaan," kata  Risnan, dilansir detikSumbagsel, Selasa (8/9).

Menurut Risnan, Rendi melakoni sandiwara itu selama lima tahun untuk menutupi perbuatan kejinya.

Risnan pun mengungkap motif pembunuhan ini dipicu sakit hati pelaku terhadap orang tua korban.

"Dari pemeriksaan awal pengakuan pelaku lantaran sakit hati terhadap orang tua korban, sehingga korban nekat merencanakan pembunuhan tersebut dan memperkosa korban," kata Risnan, Senin (7/9).

Saat penangkapan, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap salah satu pelaku nan disebut berupaya melawan. 

"Saat ini, kedua pelaku tetap menjalani pemeriksaan intensif oleh interogator Satreskrim Polres Banyuasin. Polisi tetap mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap secara utuh hubungan antara pelaku dengan orang tua korban serta argumen sakit hati nan diduga menjadi pemicu pembunuhan," ucapnya.

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin AKP Mukhis mengatakan kakak beradik korban pembunuhan dan pemerkosaan dinyatakan lenyap pada Rabu, 27 Oktober 2021 silam. 

Sebelum hilang, kedua korban pergi dari rumah untuk sekolak menggunakan motor. Namun, sepulang sekolah, RS disebut mempunyai janji berteu salah satu pelaku, Ren Saputra yang saat itu merupakan kekasihnya.

Muhlis mengungkapkan korban pergi berbareng adiknya dan menemui Rendi di area Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa.

Di letak itulah diduga terjadi pemerkosaan dan pembunuhan. Kedua tersangka pelaku setelah diduga memperkosa korban, kemudian diduga menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam. Jenazah korban selanjutnya ditinggalkan di lokasi.

Lima tahun berlalu, family korban terus mencari keberadaan keduanya. Namun keberadaan RN dan AY tidak kunjung diketahui.

"Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah seorang pekerja harian lepas berinisial R (56) menemukan sesuatu nan mencurigakan saat sedang mengumpulkan kayu gelam di sekitar lokasi," kata Mukhis.

(tim/wis)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional