Waka DPR Minta Perkuat Mitigasi Hadapi KKB Usai Sopir Travel Ditembak Mati

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti tindakan penembakan terhada pengemudi travel asal Toraja, Aris, di Wamena, Papua Pegunungan, nan dilakukan golongan pidana bersenjata (KKB). Cucun meminta TNI dan Polri memperkuat mitigasi untuk mengantisipasi kejadian serupa kembali terjadi.

"Dari kemarin Komisi I bersama, ini kan sudah Polri dan TNI nan yang menangani di di area apalagi seperti Papua ini ya," kata Cucun di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cucun mengatakan penanganan situasi keamanan di Papua menjadi perhatian bersama. Cucun meminta abdi negara melakukan langkah antisipasi agar tak terjadi pengulangan tindakan kekerasan.

"Kita minta betul-betul melakukan satu mitigasi untuk antisipasi, jangan sampai ada pengulangan kejadian-kejadian seperti itu nan ya seolah-olah kita tidak punya daya melindungi untuk pertahanan menghadapi kelompok-kelompok pidana bersenjata itu," tuturnya.

Sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz mengantongi info terduga KKB nan membunuh pengemudi travel asal Toraja, Aris, di Wamena, Papua Pegunungan. Satgas tetap terus mendalami keterlibatan golongan KKB Kodap III Ndugama di letak kejadian.

"Memang ada info nan mengarah pada golongan Kodap III Ndugama nan berada di sekitar lokasi, namun info tersebut tetap kudu kami dalami dan verifikasi lebih lanjut," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo melalui keterangannya, Rabu (16/9).

Yusuf kemudian menegaskan klaim KKB nan menuduh korban merupakan abdi negara intelijen adalah berita bohong. Korban, kata dia, adalah penduduk sipil nan bekerja sebagai pengemudi pikulan lajur selama belasan tahun.

"Kami bisa pastikan bahwa buletin nan menyebut pengemudi lanjuran ini merupakan personil intel abdi negara keamanan adalah buletin bohong alias hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai pengemudi dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut," tegasnya.

(amw/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News