Jakarta -
KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin terpilih sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal beharap kepemimpinan baru PBNU menjadi perekat di tengah umat.
"Kita ucapkan selamat ya kepada Rais Aam terpilih dan Ketua Umum PBNU, Gus Kikin. Semoga bisa membawa angan penduduk Nahdliyin semua, lantaran NU ini organisasi massa nan punya pedoman tradisional nan terbesar di Indonesia," kata Cucun di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cucun mengatakan angan dari Nahdliyin, NU bisa mengembalikan kekuatan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia berambisi organisasi masyarakat ini bisa menjadi perekat di tengah umat.
"Harapan penduduk Nahdliyin selama ini, gimana mengembalikan kekuatan apa organisasi ini nan mereka punya apa angan mau lebih maju, kemudian juga bisa adaptif dengan perkembangan kondisi era sekarang. Ya harapan-harapan penduduk Nahdliyin seperti itulah ya," ungkap Cucun.
"Jadi dan bisa menjadi apa perekat di tengah umat semuanya dalam kondisi bangsa seperti ini, bisa membantu pemerintah juga menyejukkan umat. Itu kan tugas-tugas ormas apalagi NU nan punya pedoman massa nan kuat ya," tambahnya.
Waketum PKB tersebut mengatakan PBNU kudu berbenah dari kepengurusan sebelumnya. Pembinaan, kata dia, diharapkan sampai ke tingkat ranting bawah.
"Harapan penduduk Nahdliyin segera tata ulang kembali keterpurukan periode kemarin banyak pengurus nan tidak punya kepastian kepengurusan dan pembinaan Jamiyyah ummat NU sampai ke tingkat anak ranting di bawah," tambahnya.
Seperti diketahui, Miftachul Akhyar dan Gus Kikin terpilih sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Keputusan itu dihasilkan dari musyawarah mufakat sembilan personil Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
"Anggota Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA) memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim alias sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031," kata KH Anwar Iskandar membacakan sidang pleno Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Terpilihnya Gus Kikin ini melalui sejumlah proses nan terjadi di muktamar. Awalnya, para muktamirin menggelar pemilihan bunyi untuk menyaring lima besar calon Ketum PBNU. Dari perolehan itu, Gus Kikin meraih ranking pertama dengan 472 suara.
(dwr/gbr)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·