Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan pengaruh dobel (multiplier effect) nan signifikan bagi perekonomian daerah. Program ini terbukti tidak hanya konsentrasi pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi di tingkat akar rumput melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan pelaku upaya lokal secara masif.
"Ternyata pengaruh sampingan alias multiplier effect dari program MBG ini adalah untuk menghidupkan dan meningkatkan perekonomian daerah. Saat ini tercatat sudah 27.066 SPPG nan terverifikasi, dengan 25.000 di antaranya telah operasional penuh," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dalam aktivitas Talkshow Refleksi Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Kamis (16/4).
Kehadiran puluhan ribu dapur tersebut secara langsung membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar letak SPPG, dengan kebijakan afirmatif bagi penduduk nan membutuhkan.
"Saat ini sekitar 1,7 juta hingga 1,8 juta masyarakat telah bekerja di SPPG. Dalam pelaksanaannya, 30 persen pekerja diutamakan merupakan saudara-saudara kita nan berada dalam golongan kemiskinan ekstrem alias desil 1 dan desil 2," paparnya.
Sony juga membeberkan info mengenai kucuran biaya pemerintah nan setiap hari mengalir langsung ke masyarakat bawah untuk menopang operasional program ini.
Ia mematahkan dugaan bahwa anggaran jumbo tersebut hanya berputar di kalangan elite.
"Uang dari pemerintah dikucurkan langsung ke bawah. Saat ini setiap hari mencapai Rp 986 miliar, duit nan digelontorkan langsung mengalir ke grassroots dari Aceh sampai Papua. Dari jumlah itu, Rp 117 miliar diserap oleh relawan sebagai upah, dan Rp 600 miliar lebih setiap hari diserap oleh pedagang beras, ayam, telur, haji, sayur, hingga buah-buahan," pungkas Sony.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·