Waka BGN Agustina: Kita Akan Refocusing Penerima Manfaat Program MBG

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengaku mendapat tugas untuk membenahi beragam persoalan dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk aspek tata kelola nan selama ini menjadi sorotan.

Agustina mengatakan dirinya baru efektif bekerja selama dua hari sejak ditunjuk sebagai ketua baru BGN.

Dalam waktu singkat tersebut, dia mengaku telah menemukan sejumlah persoalan nan perlu segera dibenahi, mulai dari masalah info hingga pengelolaan program agar lebih efisien.

"Beberapa persoalan memang sudah kami lihat, seperti masalah data. Kemudian juga ada beberapa kluster-kluster persoalan nan mungkin kita bakal refocusing penerima faedah nan tujuannya itu adalah efisiensi anggaran. Bagaimana program ini bakal tetap tercapai tujuannya," kata Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tujuan utama program MBG tetap kudu dipertahankan, ialah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi. Namun, dia menilai tetap terdapat persoalan tata kelola nan perlu diperbaiki agar penyelenggaraan program melangkah lebih optimal.

"Karena kan tujuannya baik ya. Jangan ada anak-anak Indonesia kelaparan. Itu tujuannya baik. Tapi tata kelolanya tadi kurang baik, sehingga ada persoalan seperti nan sekarang," ujarnya.

Agustina menegaskan salah satu mandat nan diberikan kepada ketua baru BGN adalah membereskan beragam persoalan tersebut secara bertahap.

"Kami diberi tugas untuk merapikan semuanya itu. Jadi ya mungkin saya belum bisa banyak memberikan info lantaran baru dua hari ini ya. Mohon bersabar," katanya.

Meski belum merinci langkah nan bakal ditempuh, Agustina menyebut sejumlah persoalan telah diidentifikasi dan bakal dibenahi satu per satu.

"Tapi beberapa persoalan memang sudah kami identifikasi dan bakal kami benahi satu per satu," ujarnya.

Selain itu, Agustina menjelaskan pola kepemimpinan baru di BGN bakal dijalankan secara kolektif berbareng Kepala BGN Nanik S Deyang dan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono.

Ia mengatakan tidak ada pembagian tugas nan kaku di antara ketua seperti pada struktur sebelumnya. Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih untuk memperkuat koordinasi internal dan mengatasi persoalan nan selama ini dinilai menghalang efektivitas organisasi.

Menurut dia, salah satu persoalan nan ditemukan berangkaian dengan kerjasama internal antarunit kerja nan belum melangkah optimal. Kondisi tersebut dinilai berakibat pada pengelolaan anggaran maupun penyelenggaraan program.

"Kami mau agar permasalahannya itu nanti, salah satunya adalah masalah gimana kerjasama internal sendiri nan mungkin kurang. Jadi antarkedeputian, anggaran dan sebagainya itu kami lihat belum bisa diefisienkan secara optimal," ujarnya.

Karena itu, kata Agustina, pembenahan bakal dilakukan melalui sejumlah klaster pekerjaan nan mencakup aspek internal organisasi hingga pelayanan kepada pihak eksternal.
"Kami coba kluster. Nanti pembenahannya ada internal, baik itu sumber daya, organisasi dan sebagainya maupun mengenai pelayanan kami ke eksternal," katanya.

Pergantian ketua BGN dilakukan Presiden Prabowo Subianto setelah pertimbangan terhadap keahlian lembaga tersebut selama sekitar 1,5 tahun terakhir.

Pemerintah sebelumnya menyebut sejumlah aspek menjadi pertimbangan pergantian pimpinan, mulai dari penyelenggaraan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola, hingga kualitas makanan dalam program MBG.

Agustina sekarang memimpin BGN berbareng Kepala BGN Nanik S. Deyang dan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono. Mereka menggantikan jejeran ketua sebelumnya nan telah dicopot dari jabatan.

(del/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional