Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Edison, dan kawan-kawan berangkaian dengan penerimaan-penerimaan dari pengadaan.
KPK menangkap total 10 orang dalam operasi senyap nan dilakukan pada 7-8 Juni 2026. OTT dilakukan di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan.
"Perkaranya mengenai dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait pengadaan-pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim," lanjutnya.
Adapun nan ditangkap KPK, lima orang berasal d ari Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Satu di antaranya adalah bupati.
Sedangkan lima orang lainnya merupakan pihak swasta.
Sebagian dari para pihak nan tertangkap tangan tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan.
"Tim tetap di lapangan, kami bakal pembaruan kembali perkembangannya," ucap Budi.
Berdasarkan pemberitaan sejumlah media massa, OTT tersebut dibarengi dengan penyegelan di instansi dinas di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Salah satu nan disegel adalah Kantor Dinas Pendidikan.
Sebagai informasi, ini merupakan OTT kedua nan dilakukan KPK dalam waktu berdekatan di bulan Juni ini.
Sebelumnya, KPK membongkar kasus dugaan pemerasan mengenai izin tinggal WNA dan/atau penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi tahun 2022-2026 lewat OTT nan digelar di Jakarta, Jawa Barat dan Bali pada 2-3 Juni 2026.
(ryn/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·