Wagub NTT Johni Asadoma Menjenguk Mahasiswi Jessica Sofia Tunardjo nan diduga depresi lantaran 12 kali ditolak seminar hasil penelitian.(Dok Humas Pemprov NTT)
WAKIL Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menjenguk mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) berjulukan Jessica Sofia Tunardjo nan menjalani perawatan di RS Wira Sakti Kupang, Senin (3/8).
Mahasiswa tersebut dirawat setelah diduga mengalami tekanan psikologis usai 12 kali ditolak mengikuti seminar hasil penelitian.
Setelah beberapa hari dirawat, kondisi mahasiswi tersebut dilaporkan terus membaik, secara bentuk maupun psikis.
"Kondisinya sudah semakin baik, semakin ceria dan sehat. Saya percaya dalam waktu dekat mungkin sudah 100% sehat," kata Johni kepada wartawan.
Meski demikian, Johni meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan nan dialami mahasiswi tersebut. Menurut dia, perlu mendengar penjelasan dari semua pihak, termasuk pengajar agar persoalan dinilai secara utuh.
"Tadi saya mendengar cerita jenis mahasiswi. Nah, kita tidak tahu gimana jenis daripada dosennya, seperti apa kondisinya sehingga memang kita perlu bijak menilai kondisi ini," ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh tenaga pendidik, mulai dari pembimbing hingga dosen, agar mendidik dan membimbing peserta didik dengan hati nurani, empati, dan ketulusan. Menurutnya, pendidik tidak hanya bekerja mentransfer pengetahuan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan budi pekerti.
Sementara itu, Kepala RS Wira Sakti Kupang dr. Aan Riswandi mengatakan kondisi mahasiswa tersebut terus menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan vertigo nan dialami pasien saat pertama kali masuk rumah sakit sekarang sudah berangsur lenyap dan diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien dapat dipulangkan.
"Saat awal datang memang ada keluhan pusing berputar, vertigo. Tapi sampai dengan saat ini keluhan itu sudah berkurang dan hilang. Mudah-mudahan 1-2 hari ini hilang," kata Aan.
Menurutnya, sampa saat ini pasien belum menjalani pendampingan psikiater lantaran tim medis tetap konsentrasi pada pemulihan kondisi fisik. Jika diperlukan, pasien bakal diarahkan untuk memperoleh pendampingan psikolog.
"Selama ini, sejauh ini, tidak ada pendampingan dari psikiater. Jadi kami tetap memandang kondisi bentuk saja dulu. Nanti untuk perubahan selanjutnya mungkin bakal kami arahkan ke psikologi," jelasnya.
Sementara itu, Rektor Undana Jefri S. Bale mengatakan, pihaknya menjamin kewenangan akademik Jessica serta bakal mengawal proses studinya hingga lulus.
“Kami minta Jessica konsentrasi pada pemulihan. Soal kelanjutan studi dan kewenangan akademiknya, kampus menjamin bakal dipenuhi sepenuhnya,” jelasnya.
Selain itu, Rektor juga melakukan investigasi internal untuk mengungkap kebenaran secara objektif, sekaligus mengevaluasi prosedur pengarahan termasuk ujian skripsi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (PO/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·