Wagub Lampung Ungkap 2.416 Kasus ISPA Imbas Paparan Abu Anak Krakatau

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Jakarta -

Kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) di Lampung melonjak di tengah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga Selasa (8/9/2026), tercatat 2.416 kasus ISPA ditangani di akomodasi kesehatan tingkat pertama.

Data tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat konvensi pers di BPBD Lampung. Menurutnya, nomor kasus tersebut dihimpun Dinas Kesehatan Lampung secara real time dan tetap terus diperbarui.

"Data nan baru dihimpun online Dinas Kesehatan secara real time hari ini. Tentu kami juga tetap melakukan updating info tiap hari," kata Jihan, dilansir detikSumbagsel, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain ISPA, sejumlah gangguan kesehatan lain juga tercatat di akomodasi kesehatan primer. Di antaranya 23 kasus pneumonia, 68 kasus influenza, dan 67 kasus asma. Kemudian terdapat 79 kasus penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), 23 kasus heat stroke, serta 66 kasus penyakit kulit berupa gatal dan keluhan lainnya.

Jihan mengatakan pemerintah memberi perhatian unik terhadap wilayah pesisir nan berada paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, akomodasi kesehatan di wilayah terdampak tetap bisa menangani penduduk nan mengalami keluhan kesehatan.

"Secara umum tidak ada hambatan teknis. Artinya, akomodasi kesehatan primer di wilayah pesisir juga tetap bisa meng-handle alias mengakomodir pasien nan datang dengan keluhan ISPA dan lain sebagainya dengan logistik nan cukup," ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Jihan, siap menambah stok obat-obatan, masker, maupun kebutuhan kesehatan lainnya andaikan persediaan di akomodasi kesehatan mulai menipis.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik tetap berpotensi berdampak. Warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah nan tidak mendesak dan menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

Baca selengkapnya di sini.

(eva/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News