Jakarta -
Anggota Komisi B DPRD DKI F-PDIP, Dwi Rio Sambodo mendukung wacana dua hari penyelenggaraan car free day (CFD) di Jakarta. Namun, Rio mewanti-wanti Pemprov DKI Jakarta agar mempersiapkan perihal tersebut secara matang.
"Saya mendorong Pemprov DKI dan Dishub mengevaluasi CFD dengan melibatkan organisasi pengguna jalan, pelaku usaha, penduduk terdampak, maupun peserta CFD secara aktif. Kajian tidak cukup hanya berbasis hitungan teknis lampau lintas, lantaran pengalaman nyata masyarakat nan menggunakan ruas jalan terdampak maupun nan berperan-serta dalam CFD kudu menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan," kata Rio saat dihubungi, Senin (14/9/2026).
Rio mengatakan, rekayasa lampau lintas kudu disusun secara elastis dan adaptif. Dia mencontohkan pengalihan arus bertahap, optimasi lampu lampau lintas, hingga sistem satu arah sementara di titik-titik tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Dwi Rio Sambodo Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta
"Skema ini wajib disosialisasikan lebih awal agar masyarakat dan pelaku upaya dapat menyesuaikan aktivitasnya, sehingga CFD dapat melangkah lancar tanpa menimbulkan bentrok berkepanjangan dengan pengguna jalan lainnya," kata dia.
"Perlu dibentuk tim terpadu nan melibatkan Dishub, kepolisian, dan unsur masyarakat untuk melakukan pemantauan langsung selama CFD berlangsung. Evaluasi kudu dilakukan berbasis info lapangan, mulai dari tingkat kepadatan kendaraan, waktu tempuh, efektivitas jalur alternatif, hingga kenyamanan peserta CFD dan aktivitas ekonomi di area sekitar," imbuhnya.
Rio mengatakan, penyelenggaraan CFD dua hari sepekan membuka ruang bagi penduduk untuk berolahraga dan berinteraksi sosial secara kondusif dan sehat. Dia bakal meminta Pemprov DKI untuk menyiapkannya secara matang.
"(CFD dua kali sepekan) dapat memberikan faedah bagi kesehatan masyarakat dan mengurangi polusi udara tidak bisa diabaikan hanya lantaran persoalan teknis lampau lintas nan sebenarnya dapat diatur. Disamping itu ada banya akibat positif di segala sektor seperti ruang interaksi, UMKM, lingkungan, pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain," jelasnya.
Gubernur Jakarta Pramono Anung sebelumnya merespons usulan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat agar car free day (CFD) di Jakarta digelar dua kali dalam sepekan, ialah Sabtu dan Minggu untuk mengatasi polusi udara. Pramono menyebut usulan itu tengah dikaji internal Pemprov DKI.
"Yang pertama, saya sudah membaca usulan tersebut dan sebenarnya usulan itu cukup rasional. Maka di internal Balai Kota, kami sudah melakukan pembahasan. Nanti pada saatnya tentunya kita putuskan," kata Pramono di area Cempaka putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).
Pramono mengatakan penyelenggaraan CFD di Jakarta saat ini tidak hanya berjalan di area Sudirman-Thamrin. Menurutnya, sejumlah wilayah kota manajemen di Jakarta juga telah mempunyai ruang untuk menggelar CFD.
"Karena di Jakarta sendiri sebenarnya car free day itu tidak hanya di Sudirman-Thamrin, kemudian Rasuna Said. Sekarang ini setiap kota di Jakarta punya ruang untuk melakukan car free day," ujarnya.
(wnv/knv)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·