Arief Setyadi
, Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |20:59 WIB

Wabah Ebola (Foto: AP)
KONGO - Wabah Ebola merebak Republik Demokratik Kongo. Menurut pejabat kesehatan Afrika, sebanyak 65 orang meninggal bumi akibat pandemi tersebut.
Para pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mengatakan, mereka cemas pandemi tersebut terus menyebar. Apalagi, wilayah tersebut rumah bagi kota-kota pertambangan di mana orang terus datang dan pergi, sehingga menyulitkan pengendalian penyakit menular.
Ebola adalah penyakit parah dengan tingkat kematian tinggi nan menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah alias muntahan orang nan terinfeksi, alias mayat, misalnya selama persiapan pemakaman.
Laboratorium penelitian nasional DRC telah mendeteksi virus Ebola dalam 13 dari 20 sampel nan diuji, kata Africa CDC pada Jumat (15/5/2026) melansir The Guardian.
Republik Demokratik Kongo telah mengalami 16 pandemi Ebola sejak virus tersebut diidentifikasi di sana pada 1976. Biasanya mereka terinfeksi strain Ebola Zaire, nan vaksinnya sudah tersedia.
Namun, Africa CDC mengatakan pengetesan awal menunjukkan pandemi saat ini adalah jenis nan berbeda, dengan hasil pengurutan genetik nan lebih komplit bakal keluar dalam 24 jam.
Lembaga pengawas kesehatan tersebut mengatakan bakal mengadakan pertemuan mendesak pada hari Jumat dengan pihak berkuasa dari DRC, Uganda, dan Sudan Selatan, serta Organisasi Kesehatan Dunia dan perusahaan farmasi.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·