Gunung Merapi di Yogyakarta.(Dok. BPPTKG)
ANALISIS terbaru dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menunjukkan adanya penambahan volume pada kubah lava Gunung Merapi. Berdasarkan survei drone nan dilakukan pada Rabu (9/9), pertumbuhan volume ini terkonsentrasi pada sisi barat daya Gunung Merapi.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus, menjelaskan bahwa volume Kubah Barat Daya mengalami peningkatan sekitar 10.300 meter kubik. Dengan penambahan tersebut, total volume kubah di sektor tersebut sekarang mencapai 4.173.600 meter kubik.
"Sementara itu, untuk pemantauan Kubah Tengah tidak dapat dilakukan lantaran terhalang asap kawah. Volumenya dianggap tetap sama dengan periode pengukuran sebelumnya, ialah sebesar 2.369.600 meter kubik," ujar Agus dalam keterangan resminya, Sabtu (12/9).
Suhu dan Aktivitas Visual
Selain volume, kajian foto termal juga menunjukkan suhu nan cukup tinggi pada kedua kubah lava tersebut. Suhu di Kubah Barat Daya tercatat mencapai 331,7 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi di Kubah Tengah terukur sebesar 315,9 derajat Celsius.
Selama periode pengamatan sepekan terakhir (4-10 September), Gunung Merapi secara visual mengeluarkan asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal. Asap bertekanan lemah tersebut mempunyai ketinggian bervariasi antara 10 hingga 100 meter di atas puncak.
Dalam kurun waktu nan sama, tercatat terjadi guguran lava sebanyak 18 kali ke arah hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter. Selain itu, terjadi 29 kali guguran ke arah hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur hingga 2.000 meter.
Data Kegempaan dan Deformasi
Dari sisi kegempaan, jaringan seismik BPPTKG merekam aktivitas nan tetap cukup intens, meliputi:
- 37 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB)
- 463 gempa Fase Banyak (MP)
- 579 gempa Guguran (RF)
- 10 gempa Tektonik (TT)
Meskipun jumlah gempa cukup banyak, intensitas kegempaan pada periode ini dinilai relatif stabil dibandingkan minggu sebelumnya. Data deformasi nan dipantau melalui Electronic Distance Measurement (EDM) dan GPS juga tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan pada struktur tubuh gunung.
Terkait kondisi cuaca, dilaporkan tidak terjadi hujan di pos pengamatan selama sepekan terakhir, sehingga tidak ada laporan mengenai penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai nan berhulu di Merapi.
Kesimpulan dan Rekomendasi BPPTKG:
- Aktivitas vulkanik Gunung Merapi tetap tinggi dalam fase erupsi efusif. Status aktivitas tetap pada tingkat "SIAGA" (Level III).
- Suplai magma tetap berlangsung, nan berpotensi memicu awan panas guguran di dalam wilayah bahaya.
- Potensi Bahaya: Guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong maks. 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maks. 7 km). Sektor tenggara (Sungai Woro maks. 3 km; Sungai Gendol 5 km).
- Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·