Bandung, CNN Indonesia --
Viral di media sosial, beberapa penduduk di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mengaku terlantar pascatempat tinggal mereka dihantam banjir dan longsor pada 2024 lalu.
Mereka mengeluhkan setelah nyaris dua tahun setelah kejadian, belum kepastian untuk mendapatkan duit support tempat tinggal nan dijanjikan sebesar Rp10 juta rupiah. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias Demul alias KDM yang beberapa waktu lampau ke letak terdampak gempa NTT meresponsnya via unggahan di media sosial.
"Teruntuk Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, tolong perhatikan kami juga, Pak, di sini sebagai penduduk Kampung Cikanti, Cisarua dan nan lainnya Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sukabumi. Kami di sini sudah nyaris 2 tahun tetap terlantar, belum mendapatkan kepastian mengenai duit pengontrakan Rp10 juta dan tempat tinggal," ujar seorang wanita nan ada dalam video tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat media sosial instagramnya, Demul mengungkap apa nan dialami penduduk Sukabumi tersebut terjadi saat dirinya belum menjadi Gubernur Jabar.
"Terjadi bencananya bulan Desember tahun 2024, sebelum saya memimpin," kata Dedi Mulyadi, di media sosial Instragramnya.
Dedi lalu mengaku telah menyalurkan support untuk penduduk Sukabumi nan terdampak akibat musibah banjir dan longsor pada 2024 lalu.
Menurut Dedi, pihaknya telah memberikan support di antaranya masing-masing duit untuk biaya hidup Rp10 juta terhadap korban musibah di Kecamatan Simpenan sebanyak 28 KK, dengan total Rp280 juta.
Lalu support pembangunan rumah berarsitektur Sunda pada 2025 lampau di Kecamatan Palabuhanratu sebanyak 20 unit dengan nilai Rp120 juta per unit berikut tanahnya, pemasangan paving block, dan lain-lain, dengan nilai total sekitar Rp2,4 miliar.
Kemudian pada pembangunan rumah panggung tahun 2026 di Kecamatan Palabuhanratu sebanyak 20 unit dengan nilai Rp126 juta per unit, total anggarannya sekitar Rp2,5 miliar, dan support pembangunan rumah di Kecamatan Nyalindung sebanyak 20 unit nan total anggarannya sekitar Rp800 juta.
"Sehingga duit nan sudah disalurkan ke Kabupaten Sukabumi bagi mereka nan terdampak musibah itu sebesar Rp6.093.000.000," kata Dedi.
Dedi mengatakan mengenai dengan postingan penduduk Sukabumi nan viral, kata dia Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah mengusulkan usulan bantuannya ke BNPB. Namun, tidak ada realisasi dari lembaga tersebut.
Oleh lantaran itu, Dedi mengaku bakal menanganinya dan meminta Pemkab Sukabumi menyediakan lahan.
"Tapi lantaran mungkin sampai hari ini belum ada realisasinya, maka bakal segera kami tangani dengan catatan Pemerintah Kabupatennya menyiapkan tanah," kata politikus Gerindra tersebut.
Dedi menyebut total kepala family nan terdampak ada 120 KK. Dia pun menegaskan bakal segera menyiapkan biaya untuk membantu penduduk nan terdampak.
"Total kebutuhannya bukan 46, tetapi 120 kepala keluarga. 120 kepala family jika bantuannya Rp40.000.000 per KK, maka diperlukan biaya nan kudu disiapkan oleh Pemerintah Provinsi sebesar Rp4.800.000.000," katanya.
Dedi pun mengatakan support nan terlambat dikarenakan surat permohonan diajukan ke BNPB bukan kepada Pemerintah Provinsi Jabar.
"Seluruh keterlambatan terjadi lantaran surat nan dikirim tidak ditujukan ke gubernur, melainkan ke BNPB, dan peristiwa tersebut terjadi sebelum saya memimpin menjadi gubernur," kata dia.
"Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari musibah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal menyelesaikan seluruh problematika nan terjadi di masyarakat secara berbareng dengan bupati dan wali kota," sambungnya.
(csr/kid)
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·