Viral Wanita Korban Maling Motor di Bekasi Diintimidasi, Ini Penjelasan RT

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Ilustrasi pencurian spion motor. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Beredar video memperlihatkan seorang wanita nan menjadi korban pencurian sepeda motor menangis di rumah Ketua RT di Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi.

Dalam video tersebut, korban mengaku mengalami intimidasi hingga dugaan penganiayaan saat berupaya mencari kejelasan mengenai pelaku pencurian motornya. Korban juga menyebut terduga pelaku sempat dilepaskan oleh warga.

Peristiwa itu bermulai ketika korban kehilangan sepeda motor nan diparkir di area Jalan Irigasi, Medan Satria, beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan penelusuran nan dilakukan korban, identitas orang nan diduga mengenai dengan kasus tersebut mulai diketahui.

Korban kemudian berbareng keluarganya mendatangi lingkungan tempat orang nan diduga mengetahui keberadaan terduga pelaku. Setibanya di sana, situasi sempat memanas dan menarik perhatian penduduk sekitar. Dalam video nan viral, korban terlihat menangis dan mengaku mendapat tekanan dari sejumlah penduduk saat berada di rumah Ketua RT.

Dalam video nan beredar juga disebutkan bahwa sepeda motor milik korban akhirnya ditemukan berkah support warga. Meski kendaraannya telah kembali, korban mengaku tetap kehilangan sejumlah peralatan nan disimpan di dalam jok sepeda motor, seperti telepon genggam, dompet, dan tas.

Penjelasan Ketua RT

Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Patuyo Kaman, membantah tudingan tersebut. Menurutnya, info nan beredar tidak sesuai dengan kebenaran nan terjadi.

Patuyo menjelaskan dirinya baru mengetahui adanya keributan setelah dihubungi oleh ketua RT lain nan meminta support untuk menenangkan situasi. Saat tiba di lokasi, menurutnya, suasana sudah ramai dan terjadi adu argumen antara korban dengan beberapa warga.

Ia menegaskan tidak ada tindakan pemukulan maupun penganiayaan selama korban berada di rumahnya. Menurutnya, korban justru dipersilakan masuk ke dalam rumah agar situasi lebih tenang, tetapi menolak lantaran mengaku takut.

"Saya hanya berupaya menenangkan. Tidak ada pemukulan ataupun intimidasi. Karena situasi tidak kondusif, saya kemudian menghubungi Polsek Medan Satria agar persoalan ini ditangani sesuai prosedur hukum," ujar Patuyo.

Patuyo juga membantah tudingan bahwa dirinya melepaskan terduga pelaku pencurian sepeda motor. Ia mengaku tidak mengenal orang nan disebut-sebut sebagai pelaku.

"Kalau saya dituduh melepas pelaku, itu tidak benar. Saya tidak kenal siapa pelakunya. Narasi itu sangat merugikan nama baik saya," tegasnya.

Ia mengaku telah dimintai keterangan oleh interogator Polsek Medan Satria mengenai peristiwa tersebut. Bahkan, Patuyo mempertimbangkan menempuh jalur norma terhadap pihak-pihak nan dinilai menyebarkan info nan tidak sesuai kebenaran lantaran dianggap mencemarkan nama baiknya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan