Pemenang Jakarta International Marathon (Jakim 2026), Robi Syianturi.(Dok. IG Robi Syianturi)
DUNIA atletik Tanah Air tengah dihebohkan dengan info mengenai tingkat kebugaran pelari jarak jauh nasional, Robi Syianturi, nan dilaporkan mempunyai skor VO2 Max mencapai nomor 80. Angka tersebut dia capai saat mengikuti BTN Jakarta International Marathon (JAKIM 2026). Robi Syianturi memenangkan kategori Full Marathon Pria dalam maraton tersebut.
Capaian skor VO2 Max Robi Syianturi tersebut menempatkannya di jejeran atlet dengan kapabilitas aerobik luar biasa, setara dengan standar atlet elite internasional.
VO2 Max merupakan parameter utama untuk mengukur volume maksimal oksigen nan dapat dikonsumsi oleh seseorang selama latihan intensitas tinggi. Angka ini menjadi parameter krusial bagi atlet daya tahan (endurance) seperti pelari maraton, pesepeda, hingga pemain sepak bola untuk menentukan efisiensi daya dan performa bentuk mereka di lapangan.
Apa Arti Angka 80 bagi Seorang Atlet?
Secara umum, laki-laki dewasa sehat mempunyai rata-rata VO2 Max di kisaran 35 hingga 45 mL/kg/min. Bagi atlet ahli tingkat nasional, nomor 60 hingga 70 sudah dianggap sangat baik. Namun, nomor 80 nan dicapai Robi Syianturi masuk dalam kategori "superior" alias elite global.
Sebagai perbandingan, atlet-atlet kelas bumi seperti pelari maraton legendaris alias pemenang Tour de France biasanya mempunyai VO2 Max di rentang 80 hingga 90. Dengan nomor tersebut, tubuh Robi dinilai mempunyai keahlian luar biasa dalam menyalurkan oksigen ke otot-otot nan bekerja, sehingga dia dapat mempertahankan kecepatan tinggi dalam lama nan lebih lama tanpa sigap mengalami kelelahan (fatigue).
Semakin tinggi nomor VO2 Max, semakin banyak oksigen nan dapat diproses tubuh untuk menghasilkan daya kinetik. Hal ini sangat dipengaruhi oleh aspek genetika, usia, dan intensitas latihan nan sangat spesifik.
Dampak pada Performa Lari
Capaian VO2 Max 80 ini menjelaskan kenapa Robi Syianturi bisa mencatatkan prestasi gemilang di beragam arena lari, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kapasitas paru-paru dan efisiensi jantung nan prima memungkinkannya melakukan recovery lebih sigap saat perlombaan berlangsung.
Meski demikian, para mahir olahraga menekankan bahwa VO2 Max bukanlah satu-satunya penentu kemenangan. Faktor lain seperti teknik lari (running economy), periode laktat (lactate threshold), serta kekuatan mental tetap memegang peranan krusial dalam memenangkan sebuah kompetisi.
Hingga saat ini, info mengenai hasil tes VO2 Max Robi Syianturi tersebut terus menjadi perbincangan hangat di kalangan organisasi lari dan praktisi olahraga, sekaligus menjadi motivasi bagi atlet muda Indonesia untuk terus meningkatkan standar bentuk mereka menuju level dunia. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·