Sebuah video nan menarasikan seorang laki-laki lolos menjadi personil TNI viral di media sosial. Video itu menampilkan sejumlah foto si personil TNI dengan kawan prianya.
Dalam video nan beredar, perhatian netizen tertuju pada penampilan, gestur, hingga hubungan keduanya. Seorang kawan laki-laki dalam video juga disebut mengaku merasa kangen kepada prajurit tersebut. Sejumlah unggahan lain menampilkan momen kebersamaan keduanya, lampau membikin netizen memperkirakan bahwa mereka adalah pasangan LGBT.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono membantah narasi nan beredar. Donny menegaskan, hasil pemeriksaan internal tidak menemukan bukti adanya penyimpangan seksual sebagaimana dituduhkan.
“Menyikapi beredarnya video dan foto di media sosial nan dikaitkan dengan dugaan perilaku LGBT seorang prajurit, TNI AD telah melakukan pendalaman secara menyeluruh melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan Mental Ideologi serta penelusuran jejak digital,” kata Donny dalam keterangannya, Minggu (7/6).
Donny menjelaskan, TNI AD telah melakukan pendalaman menyeluruh dengan memeriksa pihak-pihak terkait, saksi, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa dan bentuk terhadap prajurit nan bersangkutan.
Ia menyebut, dari seluruh hasil pemeriksaan itu tidak ditemukan bukti nan menunjukkan adanya hubungan romantis maupun hubungan seksual sesama jenis.
“Berdasarkan seluruh hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan bukti nan menunjukkan adanya hubungan romantis, hubungan seksual sesama jenis, maupun keterlibatan prajurit nan berkepentingan dalam perilaku LGBT sebagaimana nan dituduhkan dalam narasi nan beredar di media sosial,” ucapnya.
Donny mengatakan, konten viral tersebut berasal dari unggahan seorang penduduk sipil nan mempunyai hubungan pertemanan dengan prajurit tersebut. Namun, unggahan itu berkembang menjadi spekulasi publik nan dinilai tidak sesuai kebenaran hasil pemeriksaan.
“Keterangan saksi, hasil pemeriksaan kesehatan, serta penelusuran jejak digital secara konsisten tidak menemukan indikasi adanya perilaku menyimpang sebagaimana nan dituduhkan,” kata dia.
Di akhir, TNI AD menegaskan tetap bakal melakukan pembinaan kepada prajurit mengenai kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial.
“TNI AD menegaskan bahwa lembaga tidak bakal mentolerir setiap corak pelanggaran disiplin maupun pelanggaran norma nan dilakukan prajurit. Namun dalam kasus ini, hasil pendalaman tidak menemukan dasar nan cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran mengenai LGBT ataupun perbuatan asusila. Meski demikian, pembinaan tetap bakal dilakukan guna meningkatkan kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial,” tutup Donny.
Penjelasan Kodam XIII/Merdeka
Prajurit itu diketahui berdinas di Kodam XIII/Merdeka. Hal ini segera direspons oleh Kapendam Kodam XIII/ Merdeka, Letkol Kav. Sofyan nan mengkonfirmasi video tersebut. Ia menjelaskan, rumor mengenai video nan beredar tidak benar.
"Kan tidak terbukti juga," kata Sofyan saat dikonfirmasi kumparan, Minggu (7/6).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·