Makassar, CNN Indonesia --
Pesawat Sukhoi tergelincir di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi tontonan pengendara nan melintas di sekitar lokasi.
Salah satu pengendara, Imam Tama mengaku sempat memandang kondisi pesawat tempur tersebut berada di luar jalur dan memandang ada kepulan asap dari bagian belakang pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi saya melintas sudah tergelincir. Kemudian ada asap di belakang pesawat dan ada juga mobil pemadam kebakaran," kata Imam kepada wartawan, Senin (24/8).
Menurut Imam, sejumlah personel damkar langsung memadamkan percikan api nan membakar rumput.
Selain itu, sejumlah personil TNI AU langsung mengamankan letak agar penduduk nan melintas tidak mendokumentasikan kondisi pesawat Sukhoi tersebut.
"Macet tadi nyaris 1 kilometer," ujarnya.
Sementara ini, petugas TNI AU telah memasang vinil di pagar pembatas landasan pacu Lanud Sultan Hasanuddin.
Terpisah, Kapanud Sultan Hasanuddin, Letkol Sus Yudha Pramono membenarkan tergelincirnya pesawat Sukhoi, namun belum menjelaskan lebih jauh penyebab kejadian tersebut.
"Tunggu infonya, sejenak ya," kata Yudha saat dikonfirmasi.
Dalam video nan tersebar di media sosial memperlihatkan pesawat Sukhoi tersebut keluar dari jalur dan berakhir di dekat pagar pembatas pangkalan hingga banyak penduduk nan merekam kondisi pesawat buatan Rusia tersebut, Senin (24/8).
Namun, kejadian tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
"Berdasarkan video viral di media sosial, kami sampaikan bahwa memang terjadi perihal tersebut di landasan pacu sisi barat (runway 13) di Bandara Sultan Hasanuddin. Saat ini, sedang dilakukan penanganan," kata Branch Communication & CSR Department Head Bandara Hasanuddin, Taufan Yudhistira dalam keterangannya.
Taufan menerangkan bahwa operasional airport dan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap melangkah dengan lancar.
"Operasional penerbangan menggunakan landasan pacu sisi utara-selatan (runway 03-21)," ujarnya.
(mir/fra)
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·