Jakarta -
Viral di media sosial video rombongan ambulans menggeruduk sebuah SPBU di Desa Kadilangu, Sukoharjo, Jawa Tengah, gegara tidak dilayani untuk mengisi Pertalite. Pihak SPBU pun memberikan penjelasan.
Dilansir detikJateng, Rabu (2/9/2026), dalam unggahan nan beredar disebutkan peristiwa itu terjadi pada Senin (31/8) pukul 11.50 WIB. Ketua relawan Sedekah Bareng (Saber) Wirawan menceritakan kejadian bermulai saat salah satu ambulans ditolak mengisi Pertalite lantaran ketidakcocokan foto kendaraan pada barcode MyPertamina dengan kondisi kendaraan.
"Memang barcode itu dibuat pertama tahun 2022, dengan foto ambulansku era itu dengan branding oranye garis-garis. Setelah beberapa tahun, sudah berubah branding, dan sekarang dipermasalahkan lantaran tidak sesuai dengan foto," kata Wirawan saat dihubungi detikJateng, Selasa (1/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wirawan menjelaskan kala itu pengemudi ambulans diminta petugas SPBU untuk meng-update foto sesuai dengan kendaraan saat ini. Namun, proses pembaruan foto itu bakal menyantap waktu lama, lantaran kudu daftar ulang dan akun lama dihapus.
"Kalau sudah terlanjut di-scan, untuk mengisi lagi kudu menunggu jarak 2 jam di SPBU lain. Lalu sopirku laporan ke saya, saya buat status dan saya coba menghubungi pengawasnya (SPBU Kadilangu). Tapi teman-teman (ambulans) terlanjur mendatangi SPBU," ucapnya.
Sejumlah relawan ambulans kemudian datang ke SPBU Kadilangu pukul 13.30 WIB untuk meminta penjelasan. Sementara itu, ambulans Saber kudu menunggu dua jam untuk bisa mengisi Pertalite di SPBU nan lain.
Penjelasan Pihak SPBU
Pengawas SPBU Kadilangu Udin buka bunyi soal persoalan tersebut. Menurutnya, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Sudah selesai. Kita (sepakati) pelayanan, jika ada perbedaan selama plat dan barcodenya sama untuk dilayani. Karena untuk ambulan kan ada perlakuan khusus," ujar Udin.
Udin menyebut pihaknya juga sudah meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan tersebut. Ke depan, pihaknya berjanji untuk memperbaiki pelayanan.
Simak selengkapnya di sini.
(fas/idh)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·