Viral Rusa di Taman Sriwedari Solo Cari Makan di Tempat Sampah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah rusa nan berada di Taman Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, terlihat mencari makanan dari tempat sampah. Hal itu pun menjadi viral di media sosial hingga memicu respons Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Viralnya momen tersebut bermulai dari unggahan akun Threads @bobbypratm. Ia mengunggah tiga foto nan menunjukkan foto makanan dan tiga foto rusa koleksi di Taman Sriwedari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi makan mie di miesaerah57, lokasinya ada di Sriwedari, Surakarta. Pas sudah selesai makan, agak kaget dan miris sih ada rusa nan mengorek-ngorek tempat sampah buat langkah makan," tulis akun bobbypratm, seperti diberitakan detikJateng pada Sabtu (6/6).

"Si rusa rupanya makan sampah. Sebagai orang nan jarang ke Surakarta, jujur saya agak shock sih, apakah setidak terurus itu rusa di sana?" tanya bobbypratm dalam unggahannya.

Setelah viral, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani meninjau langsung area Taman Sriwedari untuk memastikan kondisi satwa sekaligus mengevaluasi pengelolaan area wisata tersebut.

Ia melakukan rapat koordinasi berbareng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur mengenai untuk mengambil langkah penataan area ke depan.

"Banyak masukan dari masyarakat mengenai kondisi nan ada saat ini, termasuk perlunya penataan nan lebih baik dan pengembangan penangkaran agar rusa tetap berada di area nan nyaman, aman, dan lingkungannya bersih. Ini menjadi perhatian kami bersama," kata Astrid.

Penataan lahan dilakukan agar rusa koleksi di Taman Sriwedari merasa nyaman, aman, dan mempunyai lingkungan bersih. Astrid menyebut saat ini terdapat 31 ekor rusa nan memerlukan perhatian rutin.

Sementara itu, merespons viralnya sejumlah Rusa nan makan dari tempat sampah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono mengatakan bahwa rusa di Taman Sriwedari selama ini mendapatkan perawatan dari penjaga, serta pemantauan kesehatan secara rutin oleh master hewan.

"Kami selalu menyiapkan master hewan untuk memantau kesehatan rusa secara berkala. Selain itu, kami juga melakukan pelaporan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam setiap tiga bulan sekali sebagai bagian dari pengelolaan penangkaran nan telah memperoleh izin sejak November 2025," ujar Maretha.

Wild deer rummage through garbage dumped at an open ground in Sri Lanka's district of Trincomalee on April 4, 2023. (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP)Sejumlah rusa nan berada di Taman Sriwedari, Solo viral di media sosial usai kedapatan mencari makan dari tempat sampah. (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP)

Imbas tindakan sejumlah rusa nan makan dari tempat sampah, Taman Sriwedari bakal membikin penangkaran rusa nan menjadi opsi untuk menjaga satwa dan meningkatkan daya tarik wisatawan.

Penangkaran itu dibuat guna menyediakan ruang hidup nan lebih tertata dan kondusif bagi satwa, namun tetap memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi dan memberi pakan sesuai ketentuan.

"Kami tangkarkan dan memberikan ruang hidup lebih bebas bagi mereka, namun mobilitasnya tidak sampai ke mana-mana. Jadi ada satu ruang unik dalam area penangkaran di mana masyarakat tetap bisa memberikan makan, tetapi di sisi lain hewan ini tidak bisa keluar dari wilayah penangkaran sehingga akibat seperti mendekati tempat sampah dapat diminimalkan," lanjut Maretha.

(van/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional