Viral PKL 'Hanya Geser' saat Ada Penertiban Trotoar Salemba

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Video sejumlah pedagang kaki lima (PKL) hanya bergeser saat penertiban trotoar Salemba, Jakarta Pusat (Jakpus) ramai beredar. PKL tersebut hanya pindah ke bagian trotoar nan tak dijaga Satpol PP.

Situasi tersebut direkam penduduk dari jembatan penyeberangan orang (JPO) halte Transjakarta (TransJ) Salemba. Perekam video menunjukkan perbedaan kondisi trotoar Salemba saat petugas Satpol PP menertibkan PKL.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/6) di Salemba, Kecamatan Senen, Jakpus. Dalam video nan beredar, tampak ada mobil dan petugas Satpol PP nan bersiaga di bawah JPO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, situasi berbeda terlihat dalam jarak nan tak terlalu jauh. Pada ruas trotoar nan sama, terlihat pedagang 'hanya bergeser' ketika Satpol PP bersiaga di bawah JPO Salemba.

Satpol PP DKI Jakarta memberi penjelasan mengenai video viral tersebut. Satpol PP menyatakan mendahulukan pendekatan persuasif dalam menertibkan PKL.

"Di lokasi, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dengan memberikan imbauan serta membujuk masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban di ruang publik," demikian keterangan Satpol PP DKI di akun IG @satpolpp.dki, Jumat (12/6/2026).

Video sejumlah PKL hanya bergeser ke bagian trotoar nan tak dijaga Satpol PP saat penertiban trotoar Salemba, Jakpus ramai beredar. Ini kata Satpol PP. (dok Satpol PP/Istimewa)Satpol PP menyatakan mendahulukan pendekatan persuasif dalam menertibkan PKL. (dok Satpol PP/Istimewa)

Pengendalian ketertiban umum dilakukan Satpol PP Kecamatan Senen setelah menerima menerima info soal kondisi area Jalan Salemba. Satpol PP mengatakan penertiban tetap kudu menjaga sikap saling menghormati.

"Sering kali, ketertiban dimulai dari komunikasi nan baik, saling mengingatkan, dan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menghormati kewenangan pengguna ruang publik lainnya," katanya.

Satpol PP membujuk masyarakat untuk melapor lewat kanal-kanal nan disediakan Pemprov DKI Jakarta jika menemukan gangguan ketertiban alias pelanggaran di ruang publik.

"Karena setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian, dan setiap ruang publik nan tertib bakal memberikan kenyamanan bagi lebih banyak orang," imbuhnya.

(jbr/mei)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News