Viral PKL di Jaksel Ngamuk Saat Ditertibkan hingga Keluarkan Gancu

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Sebuah video memperlihatkan seorang wanita pedagang kaki lima (PKL) meronta-ronta saat ditertibkan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel) hingga viral di media sosial. Wanita tersebut dinarasikan nyaris menusuk personil Satpol PP menggunakan senjata tajam (sajam) saat ditertibkan.

Dari video nan beredar di media sosial, tampak petugas tengah mengamankan PKL tersebut. Wanita PKL itu meronta-ronta saat ditertibkan. Terlihat petugas mengamankan tusukan untuk pemecah es batu.

"Sudah menakut-nakuti personil di Jalan Rasuna Said. Ini bukti ya, padahal sudah diimbau dengan baik-baik tapi nyerocos aja. Ini peralatan bukti mau nusuk anggota," ujar petugas nan merekam video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya nggak pernah mau nusuk anggota," jawab wanita tersebut.

"Ini mau nusuk personil kan? apa mau pembelaan apalagi?," ujar personil sembari memegang bukti sajam.

Dikonfirmasi, Kasatpol PP Jaksel, Nanto mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/4/2026) di Jalan Rasuna Said, Jaksel. Mulanya, Tim campuran URC Anggota Satpol PP Tingkat Kota Jakarta Selatan berjumlah 10 orang personil melakukan tugas rutin patroli.

"Dalam aktivitas patroli tersebut petugas berakhir lantaran memandang pelanggaran oleh pedagang nan sedang berdagang menggunakan sepeda di atas trotoar sebanyak 1 pedagang di depan (Kantor Kemenkes RI) Jalan Rasuna Said," ujar Nanto dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Petugas kemudian menghampiri wanita tersebut dan mengimbau agar tidak berdagang di atas trotoar. Saat diimbau, wanita PKL tersebut memvideokan petugas menggunakan handphone dan menuduh personil sembari berteriak.

"Pada saat berbarengan petugas mau mengimbau, pedagang tersebut memvideokan personil Tim URC menggunakan HP dan menuduh personil sesuai dalam video nan beredar dengan berteriak-teriak tanpa memberikan kesempatan petugas untuk menjelaskan dan memberi pemahaman ke pedagang tersebut," jelasnya.

Melihat situasi nan kurang baik dan dikhawatirkan terjadi perihal nan tidak diinginkan, Tim URC meninggalkan letak kejadian dan sementara pedagang itu terus memvideokan anggota. Kemudian pada Senin (6/4) Anggota Satpol PP sedang melakukan tugas rutinitas patroli di Jalan Rasuna Said mendapati wanita tersebut kembali berdagang di atas trotoar depan gedung Kemenkes Rl.

"Kemudian personil mengimbau agar ibu khusnul tidak berdagang di atas trotoar. Ibu Khusnul langsung bersuara keras dengan kata-kata bahwa 'Satpol PP tukang pungli, minta rokok, kakan gratis, minta duit harian, mingguan dan duit bulanan'," ucapnya.

Nanto mengatakan petugas saat itu mengimbau dengan langkah persuasif. Kemudian pada saat petugas mengimbau ada pembeli ke Ibu Khusnul dan petugas menghalau pembeli tersebut.

"Sehingga membikin Ibu Khusnul marah dan mengeluarkan perangkat tusukan pemecah es batu nan digunakan untuk menakut-nakuti petugas. Lalu petugas dengan sigap mengamankan perangkat tersebut agar tidak terjadi perihal nan tidak diinginkan alias membahayakan petugas," tuturnya.

Karena mendapati laporan kejadian tersebut Kepala Satpol PP Kecamatan Setiabudi mendatangi letak kejadian. Kemudian memberikan himbauan dan pemahaman bakal tetapi tidak dihiraukan oleh Ibu Khusnul dan tetap berteriak dengan tuduhannya.

"Kepala Satpol PP Kecamatan Setiabudi berkoordinasi dengan unsur ketua dan mengirimkan bukti-bukti video saat meredam situasi di letak kejadian. Berkoordinasi dengan Lurah, Bimas, Babinsa dan perangkat kelurahan Kuningan Timur untuk melakukan tindakan selanjutnya," ungkapnya.

Dari kejadian tersebut petugas Satpol PP sudah berulangkali mengimbau dan memberikan pemahaman kepada pedagang tersebut. Namun tidak dihiraukan.

"Kejadian ini sudah nan kedua kali ibu khusnul memfitnah dan memviralkan petugas Satpol PP di media sosial TikTok pada tanggal 1 3 Februari 2026 dan tanggal 4 April 2026. Petugas sudah menjalankan tugas sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2007 dan pengarahan ketua melakukan sterilisasi para pedagang nan berdagang di atas Trotoar khususnya Jalan HR Rasuna Said secara persuasif dan humanis," tutupnya.

(dvp/mea)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News