Jakarta, CNBC Indonesia - Kandidat perdana menteri Thailand, Mongkolkit Suksintharanont, memicu kehebohan setelah mengusulkan agar wanita diizinkan mempunyai hingga empat suami. Ia menyebut pendapat tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesetaraan gender, nan kemudian viral di media sosial dan turut menjadi sorotan otoritas pemilu Thailand.
Mongkolkit, nan berasal dari Partai Thai Alternative (New Alternative), menyampaikan usulan itu melalui unggahan di FB pada 13 Januari. Ia juga menegaskan bahwa pendapat tersebut bukan sekadar satire, melainkan betul-betul menjadi bagian dari platform politik partainya.
"Dalam perihal kesetaraan gender, wanita semestinya diizinkan mempunyai maksimal empat suami, jika perihal itu disepakati bersama," tulisnya, seperti dikutip media lokal.
Pernyataan itu menuai reaksi luas dari masyarakat dan memicu perdebatan sengit di ruang publik. Sebagian mempertanyakan kesungguhan usulan tersebut, sementara nan lain menilai kebijakan itu tidak sejalan dengan norma norma maupun budaya nan berlaku. Meski demikian, Mongkolkit tetap bersikeras bahwa usulan tersebut merupakan bagian dari komitmennya terhadap kesetaraan gender.
Kontroversi itu kemudian berbuntut pada laporan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand. Kandidat personil parlemen dari Partai Palang Pracharath, Ruangkrai Leekitwattana, meminta badan pengawas pemilu menyelidiki apakah janji kampanye Mongkolkit melanggar patokan pemilu nan berlaku.
Ruangkrai mengatakan pengaduan tersebut diajukan setelah unggahan Mongkolkit memicu reaksi besar di media sosial. Menurutnya, pernyataan nan menyebut usulan itu "mirip dengan norma Islam" berpotensi menyesatkan masyarakat. Ia menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan ketentuan dalam norma Islam.
"Pengumuman kebijakan tersebut bertentangan dengan kebenaran bahwa norma Islam tidak mengizinkan wanita mempunyai lebih dari satu suami. Karena itu, pernyataan tersebut dapat dianggap menyesatkan alias didasarkan pada info nan keliru," ujar Ruangkrai.
Ia menambahkan, patokan pemilu Thailand melarang kandidat maupun partai politik menyampaikan info tiruan alias menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pemilih mengenai kebijakan maupun ketenaran peserta pemilu. Atas dasar itu, dia meminta KPU menilai apakah usulan tersebut melanggar ketentuan kampanye.
Mongkolkit sendiri dikenal kerap melontarkan gagasan-gagasan tidak lazim dalam perjalanan politiknya. Sebelumnya, dia pernah mengusulkan pembentukan pasukan antariksa Thailand hanya dalam waktu satu bulan setelah menjabat sebagai perdana menteri.
Selain itu, dia juga sempat mengusulkan pemberian insentif tunai bagi wanita untuk meningkatkan nomor kelahiran serta mewajibkan olahraga harian bagi penduduk usia kerja sebagai syarat memperoleh kenaikan gaji. Berbagai usulan tersebut membuatnya kerap menjadi perhatian publik, termasuk lewat kontroversi terbaru mengenai wanita nan diizinkan mempunyai hingga empat suami.
(tfa/tfa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·