Viral Intel Polisi Masuk Kampus UMY, Begini Penjelasan Polda DIY

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan ditemui di Polda DIY, Selasa (14/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Viral di media sosial mengenai adanya personil intelijen (intel) kepolisian nan diamankan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di lingkungan kampus pada Rabu (17/6).

Terkait perihal ini, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, membenarkan laki-laki di dalam video beredar tersebut merupakan personil Polda DIY.

"Terkait video nan beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa laki-laki nan ada dalam video tersebut adalah betul personil Polda DIY. Dan merupakan petugas nan resmi terlibat dalam surat perintah penyampaian pendapat di muka umum nan dilaksanakan di titik O," kata Ihsan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (20/6).

Ihsan menjelaskan, kehadiran nan berkepentingan di letak tersebut adalah bagian dari penyelenggaraan tugas dan murni dalam rangka mengawal keselamatan peserta tindakan kembali ke kampusnya.

"Terkait miskomunikasi dan kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan dengan humanis. Kami telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan pihak rektorat dan mahasiswa," ujarnya.

"Dan saat ini personil tersebut telah kembali ke Polda DIY. Oleh lantaran itu kami mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas koordinasi nan sangat baik nan sudah terjalin saat ini," tuturnya.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar unjuk rasa di titik O Kilometer Yogyakarta pada Rabu (17/6). Ihsan menyebut demo tersebut berjalan kondusif dan tertib.

Tanggapan UMY

Wakil Rektor UMY bagian Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., Foto: Dok. Istimewa

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, turut membenarkan peristiwa intel kepolisian nan berada di lingkungan kampusnya.

"Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa berbincang jauh lebih krusial daripada menggunakan kekuatan fisik. Menggunakan logika sehat dan kejernihan pikiran adalah langkah terbaik untuk menyelesaikan persoalan," ujar Zuly dalam keterangannya.

Zuly menjelaskan tindakan tenteram di titik O itu diikuti mahasiswa dari beragam fakultas di lingkungan UMY. Pihak kampus, kata dia, memberikan izin penyelenggaraan tindakan dengan sejumlah ketentuan, ialah penggunaan jas almamater, penyampaian aspirasi secara tertib dan damai.

"Mahasiswa nan berangkat kudu terdata dengan baik, dan ketika kembali jumlahnya kudu sesuai. Itu bagian dari tanggung jawab berbareng dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama tindakan berlangsung," jelasnya.

Mahasiswa kemudian kembali ke kampus sekitar pukul 17.30 WIB. Zuly mengatakan setelah itu pihaknya mendapat laporan soal ada laki-laki nan tengah dimintai penjelasan oleh mahasiswa mengenai identitas dan tujuan kehadirannya di lingkungan kampus.

Ia menyebut, ketua universitas lampau melakukan mediasi guna memastikan proses penyelesaian berjalan secara damai.

"Kami mengingatkan mahasiswa bahwa segala corak tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kampus kudu menjadi ruang nan menjunjung tinggi dialog, etika, dan penyelesaian masalah secara damai," kata dia.

Zuly mengatakan melalui proses komunikasi antara mahasiswa, ketua kampus, dan pihak kepolisian, personil intelijen tersebut menjelaskan identitas serta maksud kehadirannya. Polda DIY juga memberikan penjelasan resmi mengenai peristiwa tersebut dan menjemput nan berkepentingan dari kampus.

"Pihak kepolisian telah memberikan penjelasan dan klarifikasi. Karena itu, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi nan terbuka," ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan