
Kepala BNPB Suharyanto (foto: BNPB)
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh unsur pemerintahan dan abdi negara nan terlibat dalam penanganan musibah untuk terus mengedepankan etika, kesabaran, profesionalisme, serta semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya video viral mengenai proses koordinasi dan pendistribusian support logistik di Kabupaten Manggarai Timur.
Suharyanto menyampaikan, bahwa penanganan musibah merupakan kerja berbareng nan memerlukan komunikasi, koordinasi, dan saling pengertian antarpihak. Dalam situasi darurat nan penuh tekanan, setiap unsur nan terlibat diharapkan tetap bisa menjaga tata krama kedinasan dan etika komunikasi, sehingga beragam persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui perbincangan nan terbuka, sejuk, dan konstruktif.
Menurut Suharyanto, ASN, TNI, Polri, relawan, maupun seluruh unsur pelayanan publik mempunyai tanggung jawab nan sama untuk memberikan rasa kondusif dan pelayanan terbaik kepada masyarakat nan tengah menghadapi musibah.
Karena itu, perbedaan pandangan alias hambatan teknis nan muncul dalam proses penanganan hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, bukan menjadi halangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam situasi bencana, kita semua sedang bekerja untuk masyarakat. Karena itu, mari kita jaga etika, komunikasi, dan sikap saling menghormati. Kalau ada persoalan di lapangan, kita selesaikan berbareng dengan komunikasi nan baik,” ujar Suharyanto, Minggu (23/8/2026).
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·