Video: Pengusaha Sawit Ungkap Sebab Kelangkaan MinyaKita

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengungkapkan sejumlah tantangan sektor sawit RI termasuk tertahannya produksi sawit akibat terkendalanya Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Namun GAPKI memastikan produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia nan mencapai 51 juta ton tetap mencukupi kebutuhan dalam negeri termasuk untuk program B50. Namun jika produksi dalam negeri tidak bisa ditingkatkan namun kebutuhan domestik juga naik maka ekspor bisa menurun.

Dampak turunnya ekspor CPO dari Indonesia cukup dikhawatirkan oleh pengusaha mengingat peran RI sebagai negara eksportir utama sawit dunia. Jika pasokan CPO di pasar dunia turun maka konsumen bakal beralih ke minyak nabati lain dan bakal mengerek nilai global.

Sementara mengenai kelangkaan MinyaKita, GAPKI menjelaskan bahwa perang berefek pada penurunan ekspor CPO RI sebanyak 30% maka DMO ikut turun dari 1,9 juta ton menjadi 1 Juta ton maka produksi minyak dalam negeri ikut berkurang.

Ke depan, GAPKI mendorong upaya percepatan Program PSR dan mengatasi semua persoalan nan menghalang petani untuk melakukan replanting termasuk mendapatkan support pendanaan sebesar 60 juta per hektare/petani.

Selengkapnya simak ulasan Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 08/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News