Jakarta, CNBC Indonesia- Chairman Indonesia Mining Institute, Irwandy Arif mengatakan pentingnya pengelolaan mineral kritis dan strategi RI termasuk logam tanah jarang dan nikel guna memperkuat ekosistem mineral Tanah Air.
Khusus pengelolaan logam tanah jarang, Indonesia bisa berkaca dari China nan merupakan produsen terbesar dengan 50% persediaan bumi serta menguasai rantai pasok dan pengolahan. Begitu pula dengan Australia nan mempunyai efisiensi produksi terbaik di luar China begitu pula dengan Amerika Serikat nan menjadi produsen terbesar ke-2 dunia.
Indonesia sendiri mempunyai sumber daya nan besar 136,2 juta ton dalam corak bijih dan 118 ribu ton dalam corak logam namun persediaan nan siap ditambang tetap sangat kecil. Oleh lantaran itu perlu dikembangkan eksplorasi dan hilirisasi dan pembentukan 2 badan unik ialah Badan Industri Mineral (BIM) dan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) maka Indonesia bisa mengembangkan logam tanah jarang.
Selengkapnya simak perbincangan Serliana Salsabila dengan Chairman Indonesia Mining Institute, Irwandy Arif dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 18/05/2026)
Add
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·